Waspada di Cikarang Banyak yang Jual Obat Ilegal

CIKARANG – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan penyisiran ke toko obat yang diduga ilegal di Kabupaten Bekasi.

Setelah dilakukan penyisiran, didapat sejumlah toko menjual pil PCC. Petugas terpaksa menyegel apotik dan toko obat yang berada di Kecamatan Cikarang Utara, yakni Apotik E, Toko Obat CU dan Toko Obat SC.

Petugas terpaksa menyegelan apotik dan toko obat yang berada di Kecamatan Cikarang Utara, yakni Apotik E, Toko Obat CU dan Toko Obat SC.

“Dari ketiga tempat itu, barang bukti yang berhasil disita berjumlah 35 ribu butir obat-obatan,” kata Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Asep Adi Saputra, Jum’at (22/09).

Dari Apotik E, petugas mendapati produk berupa jamu yang diduga tidak memiliki izin edar dan mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) Obat Keras ‘Label G’ dari berbagai merk.

“Selain itu apotik tersebut juga tidak memiliki Surat Izin Apoteker (SIPA),” ungkapnya.

Di Toko Obat CU, petugas tidak mendapati apoteker dan menjual Obat Keras ‘Label G’ dari berbagai merk, obat racikan yang diracik tanpa standard yang memenuhi aturan, serta Obat Cina yang tidak memiliki izin edar dan tidak mencantumkan bahasa Indonesia.

Untuk di Toko Obat SC diketahui masa berlaku izin toko sudah habis menjual Obat Keras ‘Label G’ dari berbagai merk serta jamu yang diduga tidak memiliki izin edar dan mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

“Dari ketiga apotik dan toko obat tersebut, petugas menetapkan 6 orang tersangka masing-masing berinisial HS (Laki-laki),
PE (Laki-laki), K (Perempuan) dan EP (Perempuan) dari Apotik E, E.S (Perempuan) dari toko Obat CU dan Y.C (Perempuan)
dari toko obat SC,” kata Kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda sebesar Rp. 1 miliar sebagai dimaksud dalam pasal 196 dan 198 Undang – Undang Republik Indonesia No. 36 Th. 2009 karena telah memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi/alat kesehatan yang tidak memenuhi standar.