Kajari Cikarang Beberkan Pendemo “orang suruhan”

Demo Kejari Cikarang

CIKARANG – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi, Risman Tarihoran, sempat emosi ketika masa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gema Aksi) dipersilahkan untuk menyampaikan tuntutan mereka diruang pengaduan.

“Saya tau siapa kalian, saya tau kalian suruhan siapa, kalian ada yang menggerakan toh? Untuk apa datang kalau tidak ada yang menyuruh?” kata Risman dihadapan belasan para perwakilan pengunjuk rasa.

Tudingan tersebut sempat menjadi pemicu keributan kecil dalam pertemuan itu. Terlebih ketika Risman ditantang oleh salah seorang perwakilan pengunjuk rasa untuk menyebutkan siapa yang menjadi ‘dalang’ aksi demo tersebut. Risman memilih bungkam.

“Kita ini murni tidak yang menyuruh. Saya juga sangat menyayangkan ketika Kepala Kejari itu mengeluarkan stataemen bahwa ada ‘dalang’ di kita,” ucap seorang perwakilan pengunjuk rasa, Dimas, yang mengaku kecewa tudingan Kajari Cikarang.

Dikabarkan, pengunjuk rasa menuntut Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi untuk peka dan menindaklanjuti penyelidikan atas dugaan-dugaan tindak pidana kasus korupsi yang ada di Kabupaten Bekasi.

Dalam tuntutan massa Gema Aksi ada 19 point dugaan tindak pidana korupsi yang mereka sampaikan untuk ditindaklanjuti, seperti kasus Jembatan Bagedor yang berada di Kecamatan Muaragembong, pemindahan tiang listrik di sisi utara Kalimalang, mangkraknya pembangunan kantor PDAM Tirta Bhagasasi, hilangnya Tanah Kas Desa, Alokasi Dana Desa (ADD), pipa tidur PDAM Tirta Bhagasasi di sepanjang jalan Serang – Cibarusah, sunatan anggaran Rumah Tidak Layak Huni, Instalasi Fiber Optik, dll.

Pengunjuk rasa mendesak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi menyampaikan secara terbuka atau menggelar pers confrence perihal kasus dugaan tindak pidana korupsi yang selama ini ditangani baik yang sudah selesai ditangani maupun yang sedang ditangani.