Gerindra Kota Bekasi Himbau Semua Balon Walikotanya Sambangi Kader dan Pengurus Partai


BEKASI – Jajaran pengurus membantah adanya tudingan salah satu bakal calon walikota yang sedang mengikuti proses seleksi di DPC Gerindra Kota Bekasi yang menyatakan Rakorcab partai Gerindra tersebut tidak sesuai mekanisme dan direkayasa.

Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung, yang menyebut sebetulnya kalau mau direkayasa hasil Rakorcab tersebut, dirinya sebagai ketua partai harusnha mendapat suara dukungan paling banyak. Dan itu sangat mungkin dilakukan mengingat dirinya memegang struktur samapai tingkat bawah.

“Harusnya kan saya yang dapat suara terbanyak. Saya kan ketua partai. Tapi itu tidak saya lakukan. Ketika realitasnya saya hanya dapat 3 suara ya sudah harus saya hormati proses demokratis tersebut.”tutur Tanjung.

Tanjung menambahkan, sebaiknya para bakal calon lebih intropeksi diri. Dan saya himbau mulailah sentuh dan silaturahim pada semua kader dan juga pengurus di 12 PAC.

“Sudahlah saya himbau pada para bakal calon walikota untuk introspeksi diri dan mulai sentuh kader dibawah termasuk pengurus anak cabang (PAC). Agar mereka merasa dihormati oleh para kandodat tersebut.”himbaunya.

Senada juga dikatakan, sekretaris DPC Gerindra Kota Bekasi, Boy David Taga, Boy membeberkan, mereka (bakal calon walikota) menuding proses Rakorcab tidak sesuai mekanisme dan tidak demokratis penuh rekayasa.

“Kami justru sedang menjalankan amanat AD/ART partai. Di dalam aturan AD/ART jelas diatur semua teknis dalam Rakorcab termasuk peserta. Bahkan sebetulnya kami tidak diharuskan mengundang para bakal calon loh. Tapi karena Rakotcab membicarakan soal bakal calon walikota jafi kami mengundang mereka di acara tersebut.” ucap Boy, Selasa(29/8/2017).

Boy malah mengaku heran para bakal calon walikota justru melakukan hal yang tidak patut dan pantas terhadap otganisasi. Bahkan, kata dia, menjadi provokator untuk menggalang mosi tidak percaya terhadap partai yang akan dijadikan sebagai perahunya di Pilkada kota Bekasi.

“Aneh dan tidak etis saja seorang bakal calon kok menggalang mosi tidak percaya terhadap hasil keputusan partai. Lagipula hasil Rakorcab yang kita serahkan ke DPD Jabar kan semua bakal calon yang dapat suara maupun yang tidak dapat suara. Jadi bukan hanya Anggawira saja yang kebetulan mendapat suara terbanyak yang kami laporkan ke DPD Jabar.”ujar.(RON)