Dinas Koperasi dan UMKM Fasilitasi Pengusah Kecil Menengah untuk Pinjam Modal Bank

Dinas Koperasi dan UMKM

CIKARANG – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi menegaskan, hanya membantu pelaku usaha kecil dan menengah.

“UMKM itu hanya skala kecil dan menengah. Dilihat dari modal 50 juta sampai dengan 200 juta itu masuk kategori UKM kecil, kemudian 200 juta sampai dibawah 500 masuk ketegori UMKM kelas menegah, selebihnya masuk kategori industri (IKM),” jelas Sekertaris Dinas Koperasi dan UMKM, Andung.

Dengan 23 Kecamatan dan 128 desa di Kabupaten Bekasi, terdapt 6000 pengusaha kecil dan menengah. Peningkatan jumlah pengusaha kecil mulai terasa sejak 3 tahun terakhir.

‘Hasil pendataan Dinas Koperais dan UMKM dari 3 tahun terakhir, terdapt 6000 pelaku usaa kecil dan menengah. Grafik peningkatan terus mengalami kenaikan,” jelasnya.

Angka 6000 pelaku usaha kecil menengah tersebut diluar pedagang atau pengusaha kecil yang nomaden atau berpidah-pindah tempat tinggal dan tempat usahanya.

“Untuk membantu mereka, Dinas hanya memfasilitasi untuk mengeluarkan rekomendasi yang akan meminjam modal ke BANK. Syaratnya harus terdaftar dulu di Dinas Koperasi dan UMKM. Dinas Koperasi belum bsa memberikan bantuan dana atau modal,” katanya.

UMKM terbanyak ada dibeberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi, Tambun Utara, Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Utara, Cikarang Selatan, Cibarusah.

“Tambun Selatan itu sekitar lebih dari 200 UMKM, kemudian Cibitung,” ujarnya.

Dinas Koperasi dan UMKM sellu mengikutsertakan pelaku UMKM dalam rangka hari Koperasi, dan beberapa event lainya.

“Kalau dikumpulkan 6000 UMKM ya tentunya gak muat lokasinya. Namun, sekitar 500 UMKM pernah terlibat dalam berbagai event produk. Seperti ketika hari koperasi kita tampilkan ratusan hasil produksi UMKM,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Penggerak PKK di Kecamatan Kedungwaringin, Betty menyebutkan produk barang dan makanan hasil UMKM di Kabupaten Bekasi sudah lumayan bagus.

“Jangan salah loh, hasil produksi dari UMKM Kabupaten Bekasi sudah bagus banget,” singkatnya.

Hasil produksi UMKM Kabupaten Bekasi dalam kemasan presto

Dalam gelaran lomba saja kata Bety, UMKM dikecamatan Kedungwaringin sudah 2 kali menang dalam lomba UMKM Kabupaten Bekasi.

“Tahun 2015 menang produknya makanan, 2016 juga menang lagi produknya makanan,” katanya.

Dia menyebutkan, produk asal Kabupaten Bekasi mampu bersaing dengan daerah lainnya di Indonesia.

“Secara umum, Kabupaten Bekasi punya berbagai macam produk UMKM, seperti mobilan kayu, souvner kayu, telor asin, presto patin, bandeng, semur gabus, opak gambir, dan masih banyak lagi yang sudah bersaing dengan daerah lain di Indonesia,” bebernya.

Meski hasil produksi sudah bagus, menurut dia, harus didukung dengan kemasan yang bagus dan pemasaran yang tepat. Disitulah peran dari Pemerintah Daerah khususnya Dinas Koperasi dan UMKM turun tangan.

“Potensi yang kita punya ini sudah bagus banget. Nahh.. jangan disia-siakan, butuh dukungan penuh dari Dinas Koperas dan UMK, DInas Pariwisata, dan Dinas terkait lainya untuk mempromosikan, dan memasarkannya,’ jelasnya.

Disisi lain, kata istri dari Camat Kedungwaringin ini, berharap adaya pusat oleh-oleh Kabupaten Bekasi yang bisa dijadikan tempat bernaungnya hasil produksi UMKM.

“Kita punya potensi seharusnya bikin gerai, gak perlu bangun gedung, cukup sewa bangunan aja dulu untuk menampung semua hasil produksi UMKM. Agar pemasaran bisa lebih bagus lagi,” jelasnya.

Pemerintah daerah juga harus mengimbau tamu kedinaasan agar menginap dan membeli oleh-oleh di Pusat oleh-oleh Kabupaten Bekasi.

“Bisa saja diberi nama Bekasi Food Cetre, taua Cikarang Food City, dimana travelnya harus kita kasih tau untuk bawa rombongan ke sentra oleh-oleh Kabupaten Bekasi,” katanya.