Rp2,7 Miliar Potongan ADD Diduga buat Bintek Barjas Kaur Keuangan Desa

ilustrasi potongan dana desa

CIKARANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi disebut-sebut sedang mengadakan bintek untuk para Kaur Keuaangan / bendahara desa.

Bintek yang bertempat di Hotel bintang 5 di Kota Bandung itu menurut sumber beritabekasi.co.id, berlangsung dari 30 Juli sampai dengan 3 Agustus 2017.

Sumber dana yang dipakai diduga berasal dari potongan alokasi dana desa (ADD) yang besarannya tergantung dari pendapatan desa itu.

“ADD itu dipotong sama DPMD kisaran Rp15 juta sampai dengan Rp18 juta,” singkat sumber ini yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pria ini juga menyebutkan, potongan uang sebesar itu dikalikan 182 desa besarannya bisa mencapai Rp 2,73 miliar.

“Yang peratma itu, potongan ADD yang ditotalkan mencapai Rp2,73 miliar.  uang miliaran rupiah itu untuk Bintek Barjas,” katanya.

Dia juga mengungkapkan penggunaan potongan ADD yang digunakan untuk Bintek barang dan jasa (Barjas) yang dinilai tidak tepat.

Anehnya, peserta bintek Barjas itu para kepala urusan keuangan desa (Kaur Keuangan) yang bukan kategori ASN/PNS.

“Kaur di desa itukan bukan ASN/PNS, itu salah dan tidak tepat binteknya. Kalau Barjas dilingkungan pemerintah daerah itu khusus untuk ASN /BPJS karena berkaitan dengan uang negara,” jelasnya.