Borosnya Anggaran Pansus DPRD Karena Sering Libatkan Staf dan Ajudan

ilustrasi

CIKARANG – Alokasi dana Rp12 miliar untuk keperluan Pansus selama 1 tahun di DPRD Kabupaten Bekasi menurut Ketua Umum Sniper Indonesia, Gunawan, merupakan pemborosan anggaran.

“Jelas itu pemborosan anggaran yang dilakukan DPRD Kabupaten Bekasi. Kalaupun dalam 1 tahun ada 6 Pansus pun itu masih pemborosan anggaran,” cetusnya.

Yang membuat anggaran Pansus jadi boros kata Gunawan, keterlibatan staff DPRD, pejabatnya yang ikut dalam robongan Pansus, termasuk honor anggota Pansus itu sendiri yang membebani boronya penggunaan anggaran.

“Coba lihat saja setiap Pansus Kunker ke luar daerah pasti melibatkan staff DPRD, ajudan pimpinan DPRD, belum lagi Kabag-kabagnya. Termasuk honor mereka dan honor anggota Pansus. Yaa.. jelas aja jadi pemborosan angaran,” katanya.

“Seharusnya Sekwan tahu hal-hal melibatkan banyak staff DPRD itu pemborosan. Jangan ada pembiaran pemborosan,” lanjutnya.

Untuk diketahui, dalam setiap rombongan Pansus yang Kunker ke luar daerah sering melibatkan staf DPRD (bagian keuangan, bagian persidangan, bagian umum) sekitar 5 sampai dengan 6 orang, masih ditambah dengan 4 orang ajudan pimpinan DPRD, masih ditambah Kepala Bagian (Kabag).

Rombongan tersebut tentunya sudah ditentukan honornya selama berada di luar kota. Sementara rata-rata tiap Pansus menghabiskan Rp500 juta sampai dengan 700 juta.