Terungkap, Polemik ‘negosiasi’ Jelang Porda Jabar 2018 di Bogor

Ketua KONI Kabupaten Bekasi

CIKARANG – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi, Romli menilai tuan rumah Kabupaten Bogor tidak fair dalam mengeluarkan kebijakan jelang Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII tahun 2018.

Dijelaskan Romli, adanya rencana pengurangan sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) tanpa alasan yang jelas membuat tuan rumah menghadirkan polemik jelang pesta olahraga tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar empat tahun sekali itu.

“Jadi awalnya ada 37 Cabor, kemudian ada beberapa yang tidak akan dipertandingkan oleh tuan rumah tanpa alasan yang jelas. Akhirnya mereka nego dengan tuan rumah dan akan mempertandingankan Cabor yang dihapus itu, asal sebagian emas diserahkan kepada tuan rumah. Ini kan aneh kok ada negoisasi seperti itu?,” kata Romli.

Persoalan lainnya, kata dia, adalah perihal adanya batasan usia bagi atlet yang bertanding tanpa adanya pedoman atau dasar yang jelas.

“Kalau sepakbola oke sudah ada aturannya dari PSSI untuk usia 23, di PON juga memang aturannya seperti itu. Nah untuk Cabor-Cabor lainnya yang tidak ada pedomannya, ternyata dibuat oleh mereka sendiri,” tuturnya.

Akibatnya, banyak atlet dari daerah lain, khususnya Kabupaten Bekasi yang terganjal untuk bisa bertanding karena batasan usia.

Padahal mereka memiliki prestasi dan sudah mempersiapkan diri.

“Atlet Taekwondo kita atlet nasional, karena adanya batasan usia jadi gak bisa maen, padahal mereka udah latihan,” ucapnya.

Hal yang sama juga dialami atlet Kabupaten Bekasi lainnya dari Cabor Tinju.

“Padahal tinju itu aturan dari AIBA 40 tahun, tetapi ini dibikin batasan usia 20 tahun karena mereka memang atlitnya nggak ada, pada kabur semua. Ini kan nggak fair juga,” tuturnya.

Ia menegaskan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan itu, membuat tuan rumah, yakni Kabupaten Bogor terkesan memaksakan diri untuk meraih seluruh kemenangan pada setiap Cabor di Porda XIII.

“Jadi memang saat ini banyak temen-temen KONI dari daerah lain yang ada di Jawa Barat sudah menganggap Kabupaten Bogor sebagai musuh bersama,” ucapnya.

Jika kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan tuan rumah sudah final dan menjadi keputusan akhir, Romli pun memastikan pihaknya akan mengambil sikap untuk memboikot Porda XIII Jawa Barat.

“Kalau sekarang kan belum ada keputusan final, jadi ya kita tunggu dulu. Intinya sih kita kalau ada aturannya ya silahkan saja, tetapi kalau mereka bikin aturan sendiri buat apa? Biar aja dia maen sendiri, biar bisa Juara Umum karena maennya dewekan,?” kata dia.