Wagub Jabar dukung Meikarta, Theo Sambuaga: Lippo siap berkoordinasi

ilustrasi

JAKARTA – Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung pembangunan ‘Meikarta’, sebagai upaya untuk meningkatkan pengadaan perumahan serta memperluas penyerapan lapangan kerja.

Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar), Deddy Mizwar, dalam pertemuannya dengan Presiden Komisaris Lippo Karawaci, Theo L Sambuaga, dan Presiden Direktur Meikarta, I Ketut Budi Wijaya, di Kantor Wagub, Gedung Sate, Bandung, akhir pekan lalu.

Sebagaimana diberitakan berbagai media ‘mainstream’ nasional, Meikarta merupakan sebuah kota baru kaliber dunia yang terlengkap infrastrukturnya di Asia Tenggara dan dibangun Lippo Group dengan menggelontorkan dana investasi sekitar Rp278 triliun.

“Pada saat yang sama, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar minta kepada pihak Lippo Group (LG), agar di dalam membangun Meikarta, supaya berkoordinasi dengan Pemprov Jabar”, demikian Theo Sambuaga yang mengutip hasil pertemuan dengan Wagub Jabar tersebut.

Ini penting, karena menurut Theo yang mengutip Deddy, belum lama ini, telah lahir Perda 2014 tentang pembangunan dan sinkronisasi kota-kota besar serta metropolitan di wilayah Provinsi Jabar.

“Dengan lahirnya Peraturan Daerah (Perda) ini, maka ke depan pembangunan kota besar dan kota metropolitan yang tersebar di seluruh wilayah Jabar, yang arealnya meliputi antar kota antar kabupaten, perlu berkoordinasi dengan Pemprov Jabar”, demikian Deddy atasnama Pemprov Jabar sebagaimana dikutip Theo Sambuaga.

Sejak 1994

Theo Sambuaga yang didampingi Budi Wijaya mengungkapkan, pihak Lippo menyambut baik penegasan Wagub Deddy Mizwar pada saat bertemu di Kantor Wagub di Gedung Sate, Bandung, Jumat (11/5/17) lalu.

Ketika menerima Theo Sambuaga dan Budi Wijaya, Wagub Jabar didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Prof Denny Djuanda.

“Pada kesempatan itu, saya dan pak Budi menyampaikan kepada pak Wagub, bahwa Lippo Cikarang itu yang meliputi ‘industrial estate’ dan perumahan, telah dibangun sejak tahun 1994, dilengkapi dengan perizinan-perizinan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

Sedangkan ‘Orange County’, yang merupakan bagian dari Meikarta, telah dibangun sejak 2012.

“Sekarang Orange County dikembangkan jadi lebih besar dengan membangun Meikarta,” ujar Theo.

Terobosan Lippo

Theo Sambuaga menambahkan, ke depan ini, dalam mengatasi kelesuan dan melambatnya pertumbuhan ekonomi, termasuk penurunan dari ‘growth of property’ selang tiga tahun terakhir, Lippo Group mengambil terobosan.

“Yakni, dengan memperluas Orange Caounty menjadi pembangunan Meikarta, kota baru Jakarta bertaraf internasional, yang merupakan kota terlengkap infrastruktur dan dipenuhi berbagai fasilitas sosial (Fasos), fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas ekonomi (Fasek),” kata Theo Sambuaga yang juga Presiden Lippo Group.

“Oleh karena itu, saran dan petujuk dari Wagub Jabar untuk mensinkronisasikan (pembangunan Meikarta) dengan Perda baru (2014), kami meresponsnya secara positif dan segera ditindaklanjuti untuk berkoordinasi dengan aparat Pemprog Jabar terkait dan mengadakan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan demi kelancaran pembangunan Meikarta,” demikian Theo Sambuaga.

Dengan pemberitaan ini, pihak Meikarta ingin mengklarifikasi adanya beberapa informasi dari segelintir media yang seolah menunjukkan adanya masalah dalam pelaksanaan pembangunan ‘kota kaliber dunia’ ini.