Kementrian PUPR Keluarkan Kebijakan Integrasi Pembayaran Jalan Tol

Konferensi Pers Kementrian PUPR, senin (27/3)

JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol, Kementerian PUPR mengambil kebijakan integrasi sistem pembayaran jalan tol sebagai upaya penyederhanaan sistem pembayaran pada beberapa ruas jalan tol yang saling tersambung.

Kebijakan integrasi dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan di ruas-ruas utama jalan tol dengan menghilangkan transaksi di beberapa barrier gate, dimana antrian kendaraan akan terdistribusi ke masing-masing ramp sehingga waktu tempuh secara keseluruhan dapat berkurang.

Selain itu, kebijakan ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan penetrasi pembayaran tol non-tunai dengan penerapan sistem e-payment multi bank, sekaligus sebagai inisiatif awal pelaksanaan Roadmap tentang Electronic Toll Collection di Indonesia yang bersifat menerus, tanpa henti (free flow) dalam beberapa tahun ke depan.

Integrasi sistem pembayaran jalan tol dilakukan pada ruas-ruas sebagai berikut;
1. Ruas Tol Jakarta – Cikampek, Cikopo-Palimanan, Cipularang dan Purbaleunyi atau disebut Cluster 1 dan Ruas Tol Palimanan – Kanci dan Kanci-Pejagan – Brebes Timur (Cluster 2). Integrasi Cluster 1 dan 2 sudah dilakukan sebelumnya, dimana pada tahun 2017 ini akan ditambah 1 (satu) ruas lagi, yaitu ruas Soreang – Pasir Koja (PT. Citra Marga Lintas Jabar) yang akan beroperasi dalam waktu dekat. Pengguna tol yang melalui cluster 1 dan 2 melakukan pengambilan kartu pada on ramp pay, dan melakukan pembayaran pada off ramp pay.

2. Ruas Tol Jakarta-Tangerang dan Tangerang – Merak. Dengan integrasi ini akan terjadi perubahan sebagai berikut ; a) Tomang – Cikupa : sistem terbuka, flat tarif. Sementara pada ruas Cikupa – Merak : sistem tertutup, distance based. b) Kendaraan dari arah Jakarta menuju Bitung (Jalur A) transaksi pada Off Ramp Pay. Sementara para pengguna jalan tol dari arah Bitung menuju Jakarta (Jalur B) transaksi dilakukan pada On Ramp Pay. c) Barrier gate Karang Tengah dihilangkan, antrian kendaraan di jalur utama akan terdistribusi pada setiap ramp. d) Pembangunan 5 Gardu Tol (GT) baru pada ruas Jalan Tol Jakarta – Tangerang.

3. Perubahan sistem transaksi Tol Jagorawi menjadi transaksi terbuka seluruh segmen dari Cawang – Ciawi dengan tarif tunggal dan satu kali transaksi. Dengan adanya perubahan ini maka transaksi GT Cibubur Utama dan Cimanggis Utama akan dihilangkan. Pengguna dari arah Jakarta ke Ciawi akan melakukan transaksi di off ramp (off ramp pay). Pengguna jalan tol dari arah Ciawi ke Jakarta melakukan transaksi di on ramp (on ramp pay). Pengguna jalan tol arah SS Taman Mini-Ciawi melakukan transaksi pada off-ramp pay. Pengguna jalan tol arah Ciawi-Jakarta melakukan transaksi pada on-ramp pay.

4. Integrasi Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) atau Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta dengan JORR W1 dan JORR W2. Transaksi pada ketiga ruas tol tersebut akan dilakukan 1 (satu) kali pada on-ramp dengan tarif yang dibayarkan sama. (*)

Biro Komunikasi Publik
Kementerian PUPR