Kantor Dewan Pers di Demo Puluhan Wartawan

Aksi damai fpii, Senin, (20/3/2017), yang berisi teatrikal dan orasi selama dua jam di gedung Dewan Pers, tidak satupun anggota Dewan Pers menemui perwakilan FPII

JAKARTA – Sekitar 70 pekerja pers yang tergabung dalam Forum Pers Independen Indonesia (FPII), Senin, (20/23/2017), melaksanakan aksi damai di Gedung Dewan Pers di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Aksi tersebut dilakukan FPII lantaran Dewan Pers dinilai tidak memperjuangkan nasib wartawan dan media. Bahkan Dewan Pers sekarang ini tidak lagi independen.

“Dewan Pers tidak adil, dan tidak berpihak terhadap para pekerja pers, dan juga terhadap media massa yang tidak terverifikasi,” kata Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) FPII, Mustofa Hadi Karya.

Anehnya, Dewan Pers tidak pernah menyelesaikan secara tuntas kasus yang merugikan wartawan, seperti pemukulan dan berbagai tindakan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh Narasumber dengan memakai centeng/preman, untuk mengintimidasi pekerja pers.

“Sebagai insan Jurnalis Pekerja Pers, kami merasakan adanya diskriminasi yang dilakukan oleh Dewan Pers (DP),” tegasnya.

menurutnya Dewan Pers terlahir karena adanya wartawan, Dewan Pers ada karena wartawan.

“Itu yang tidak dipahami oleh Dewan Pers,” katanya.

Dengan tegas, FPII menolak upaya-upaya Dewan Pers untuk mengkebiri wartawan dan media massa. FPPI lanjut Topan, bukan saat ini saja membuat penolakan kebijakan Dewan Pers.

“FPII akan terus melawan Dewan Pers jika tidak membuat pernyataan resmi soal pembatakan verifikasi media,” ujarnya.

Aksi damai yang berisi teatrikal dan orasi selama dua jam di gedung Dewan Pers, tidak satupun anggota Dewan Pers menemui perwakilan FPII.