Ini Ungkapan Dinas Perdagangan Soal Pembangunan Pasar Cikarang

Pasar Cikarang terbakar hebat pada Oktober 2015

CIKARANG – Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Abdul Rofik menyatakan pelibatan pihak swasta untuk membiayai pembangunan Pasar Baru Cikarang telah sesuai aturan.

Perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan pihak swasta pun diklaim telah melibatkan perwakilan para pedagang.

“Ini perjanjian sudah dilaksanakan sesuai prosedur, kalau ada perubahan, harus disetujui berbagai pihak, tidak sesederhana yang dilakukan,” katanya.

Menanggapi banyaknya desakan dari para pedagang yang meminta revitalisasi pasar yang dibiayai swasta itu dibatalkan. Menurut Rofik, revitalisasi pasar sudah direncanakan sejak 2009.

Ketika itu, proses perencanaan Pasar Baru Cikarang ini sudah dimusyawarahkan dengan para pedagang. Namun, dalam perjalanannya, terdapat sejumlah kendala, di antaranya saat pasar terbakar hebat pada Oktober 2015.

Setelah kebakaran, revitalisasi pasar kembali direncanakan karena kondisi pasar sudah tidak lagi memungkinkan untuk dipakai berjualan.

“Jika dilihat sekarang memang kondisinya sudah sedemikian rupa sehingga membutuhkan revitalisasi. Bahkan beberapa kios kini sudah ditinggalkan pedagangnya,” ungkapnya.

Penggunaan sistem build, operate and transfer (BOT) sudah ditetapkan melalui pengkajian awal. Pembicaraan sistem BOT pun sudah melibatkan para pedagang.

“Sistem BOT itu memang sudah ditetapkan sejak awal, para pedagang juga dilibatkan. Kemudian sekarang ada desakan dari pedagang, kami tanya pedagang yang mana. Sejauh ini Pemda sudah mengakomodir aspirasi para pedagang,” kata dia.

Lebih lanjut, Rofik mengatakan, draft PKS antara Pemkab Bekasi dan pihak swasta sudah berada di DPRD Kabupaten Bekasi. Kelanjutannya menunggu keputusan dari legilsatif.

Namun, ujar dia, jika nantinya perencanaan itu harus diubah berarti akan ada penyesuaian secara keseluruhan.

“Dewan tinggal bagaimana membahasnya. Draf tersebut belum ditandatangani oleh Pemda maupun swasta sehingga kita juga tidak bisa menduga selanjutnya seperti apa. (Namun) proses perencanaan revitalisasi pasar ini sudah lama, itu dilakuan secara prosedural, kalau dirubah, harus dikembalikan pada prosedural, apakah boleh,” kata dia.

Disinggung kekhawatiran pedagang soal tarif kios yang bakal membengkak, Rofik mengaku hal tersebut dapat musyawarahkan antara pihak swasta dan para pedagang. Menurut dia, Pemkab pun dapat membantu menengahi persoalan tarif tersebut.

“Sekarang bagaimana berbicara soal tarif karena memang draf kerja samanya belum disetujui. Kami tidak bisa banyak membuka. Terkait soal tarif pun sudah ada di dalam draf tersebut. Jika memang ada penyesuaian, dapat dilakukan, karena kan belum ditandatangani. Selanjutnya kami menunggu seperti apa hasil pembahasan Dewan,” kata dia.