Ternyata…. Kantor KPAD Kabupaten Bekasi Tidak Ramah Anak

Beginilah penampakan di dalam kantor KPAD Kabupaten Bekasi

CIKARANG – Seorang aktivis yang perduli terhadap kejahatan seksual anak, Munzazanah Sumarno membeberkan kondisi kantor Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi, yang ternyata tidak ramah anak.

Dia menggambarkan fisik kantor tersebut menjadi satu dengan tempat jualan soto, tempat jualan cat, tempat jualan bubur, bahkan toilet (kamar mandi) tidak ada airnya dan di isi barang-barang layaknya gudang.

Bagimana mau fokus menangani pendampingan dari korban pelecehan seksual terhadap anak, jika ruangan tidak steril, tidak bersih dan cenderung tidak rapih, bau dan jorok.

“Waktu saya ke kantor KPAD kemarin waktu datang pertama, petugas atau komisioner gak ada, korban yang saya dampingi mau ke toilet ternyata air gak ada, debunya tebal banget sekitar 5 centimeter (CM), campur sama warung soto, warung bubur, diatasnya jualan cat. Benar-benar gak ramah anak,” bebernya.

Seharunya kata dia, sesuai dengan namanya komisi perlindungan anak, sepantasnya kantor KPAD itu ramah untuk anak-anak.

“Dari mulai kondisi fisiknya, catnya, interiornya, pendingin ruangan, dan lain-lain sudah sepantasnya ramah terhadap anak yang notabene korban seksulitas yang ingin mendapatkan konselingdari KPAD.

Dia berharap KPAD itu bisa menjalankan tugasnya secara profesional, mulai dari fungsi tugas dan pendampingan konseling anak.

“Jangan senang menyandang jabatan di KPAD tapi tidak berprilaku profesional, apalagi KPAD di Kabupaten Bekasi di isi oleh orang-orang partai,” ungkapnya.