Warga Tarumajaya Buka Gembok Segel Jika PT.PGN Realisasikan 7 Tuntutan

Warga masih belum mau melepas segel gudang penyimpanan pipa milik PT.PGN

CIKARANG – Meskipun PT.Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT. PGASOLUTION telah bersedia memenuhi 7 tuntutan warga terkait dengan proyek penanaman gas di Kecamatan Tarumajaya, warga masih belum mau melepas segel gudang penyimpanan pipa milik perusahaan plat merah itu.

Seorang perwakilan warga Kecamatan Tarumajaya, Izhar Maksum Rosadi mengatakan, warga akan melepas segel gembok itu jika PT.PGN telah melaksanakan tuntutan warga sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam rapat kerja antara Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, perwakilan PT.PGN dan PT.PGASOLUTION, Camat Tarumajaya, Kepala Desa dan sejumlah warga yang dilaksanakan di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kabupaten Bekasi.

“Kami akan membuka penyegelan itu secara bersama-sama nanti dengan Muspika Kecamatan Tarumajaya ketika kesepakatan sudah dijalankan oleh PGN. Baru warga bersama-sama dengan Muspika akan membuka segel itu,” katanya.

Ia pun meminta agar Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, meningkatkan peran pengawasannya terhadap PT.PGN dan PT.PGASOLUTION untuk melaksanaan tuntuan warga yang telah disepkati.

Ia meyakini jika kedua perusahaan itu tidak diawasi, maka PT.PGN dan PT.PGASOLUTIN besar kemungkinan akan mengingkarinya.

“Kalau PGN ini tidak diawasi, saya berkeyakinan PGN tidak menjalankan apa yang telah disepakati. Karena kalau kita melihat Keputusan Kementrian Lingkungan Hidup, PGN itu tidak taat. PGN itu bisa dinilai abai terhadap keputusan kementrian, apalagi ini,” kata dia.

Sementara itu Project Manager PT. PGN, Kurnia Setia Wibowo enggan memberikan tanggapan terhadap hasil pertemuan dengan Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dan penyegelan gudang pipa gas milik PT. PGN yang dilakukan oleh warga.