Pemkot Bekasi dan PJT II Lakukan Mou Pemanfaatan Lahan Irigasi

BEKASI TIMUR – Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu mewakili Walikota Bekasi Rahmat Effendi menandatangani perjanjian kerjasama antara Pemkot Bekasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II mengenai lahan irigasi di wilayah Kota Bekasi, Senin, (19/12/2016).

Ahmad Syaikhu bersama Dirut Perum Jasa Tirta II, Djoko Saputro menandatangani surat perjanjian kerjasama tersebut tentang pemanfaatan dan penataan lahan pengairan/irigasi serah operasi Perum Jasa Tirta II di wilayah Kota Bekasi.

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini dilakukan disela kegiatan kepedulian lingkungan PJT II melalui gerakan penanaman pohon, penyebaran bibit ikan dan pelepasan burung di area Waduk Jatiluhur Purwakarta.

Selain dengan Kota Bekasi, Perum Jasa Tirta II juga melakukan Mou dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan Mou langsung ditandangani Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Dalam sambutannya, Ahmad Syaikhu mengapresiasi pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Pihak Perum Jasa Tirta II atas dukungan yang telah dilakukan selama ini kepada Pemerintah Kota Bekasi dalam melakukan penataan dan pemeliharaan lahan pengairan dan irigasi.

Ia menambahkan tidak berselang lama usai penertiban yang dilakukan jajaran Pemkot Bekasi, Perum Jasa Tirta II melayangkan surat yang isinya menyambut baik dan mengapresisasi langkah tersebut.

“Perjanjian kerjasama ini menegaskan kembali dukungan kepada kami di pemerintah Kota Bekasi untuk menata, memanfaatkan dan memelihara aset negara di lahan sepadan irigasi. Suport pembangunan di kota Bekasi akan kami lanjutkan dan semoga bermanfaat secara luas. Walau saat penataan lahan dirasa berat oleh sebagian kalangan,” katanya.

Lanjut ia mengatakan, setelah Pemkot Bekasi melakukan penataan, lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk menambah akses fasilitas jalan dan saluran untuk masyarakat.

Sementara itu, Dirut Perum Jasa Tirta II Djoko Saputro mengatakan pihaknya mendukung upaya Pemerintah Kota Bekasi yang telah melakukan penyelamatan aset negara di wilayah Kota Bekasi dan demi keberlangsungan operasi PJT II. Dan melalui Mou atau kesepakatan inj untuk menjaga ketertiban sepadan irigasi yang dikelola Jasa Tirta II.

“Terima kasih kepada pihak Pemerintah Kota Bekasi. Pemeliharaan dan penataan aset lahan irigasi sekaligus membantu penataan yang dilakukan Jasa Tirta II,” kata Dirut Perum Jasa Tirta II Djoko Saputro.

Diketahui, Perum Jasa Tirta II mengelola
Waduk Jatiluhur, bendungan Ir H Juanda Purwakarta. Volume air di Jatiluhur saat ini sekitar 3 Miliar kubik diluas lahan 8.2 km persegi dan memiliki kedalaman sekitar 106 meter.

Lahan irigasi Perum Jasa Tirta II membentang dan melewati wilayah Purwakarta, Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan DKI Jakarta. Sebagian besar bahkan hingga 80 persen suplai air baku dari Waduk Jatiluhur untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah DKI Jakarta.

Tak terkecuali peran Waduk Jatiluhur bagi suplai air bersih warga Kota Bekasi. Dan Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu mengatakan Pemkot Bekasi melalui PDAM Tirta Patriot menyambut bila debit air baku bagi warga masyarakat Kota Bekasi semakin meningkat.

“Pesatnya pembangunan SPAM di wilayah Jatiluhur jangan sampai kami tertinggal. Kami menyadari target MDGS air bersih 87 persen dan ketersedian air kita baru mencapai 24 persen. Kita sulit mendapatkan air baku. Kalau ada penambahan, pihak kami siap mensuport dengan melakukan program water plan,” kata Wawali Ahmad Syaikhu.

Usai melakukan penandatanganan kerjasama, Wawali Ahmad Syaikhu berpartisipasi dalam kegiatan kepedulian lingkungan di area waduk Jariluhur dengan menanam satu pohon kecapi dan dilanjutkan dengan melepas ratusan bibit ikan.

Dalam kesempatan itu, pihak Pemkot Bekasi ikut mengikuti acara, Asisten Daerah Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan (Asda II) Kariman, Kepala Dinas Bina Marga Dan Tata Air Tri Adhianto, Kepala Dinas Tata Kota Koeswara, Kepala BPLH Supandi Budiman, Dirut PDAM Tirta Patriot Tb Hendy Irawan, dan Kepala Bagian KSI Hanan. (goeng)