Pemkot Buka Sosialisasi Data Base Program Rutilahu dan Kotaku

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi membuka acara Sosialisasi Database Rutilahu dan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Hotel Merbabu, Rabu (28/9/2016)
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi membuka acara Sosialisasi Database Rutilahu dan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Hotel Merbabu, Rabu (28/9/2016)
BEKASI SELATAN – Walikota Bekasi, Rahmat Effendi membuka acara Sosialisasi Database Rutilahu dan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang direncanakan oleh Dinas Pembangunan dan Pemukiman Kota Bekasi pada hari Rabu (28/09) di Hotel Merbabu. Acara tersebut di hadiri oleh para Camat dan Lurah Se Kota Bekasi dan termasuk Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kecamatan maupun Kelurahan.

Jumlah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang tersebar di 56 Kelurahan berjumlah sebanyak 2.750 unit, program strategis dari Pemerintah Kota dengan penataan Rutilahu yakni Pendanaan Provinsi 156 unit untuk 2 Kelurahan yakni Kelurahan Jatimakmur dan Kelurahan Jatiasih yang dilaksanakan melalui 2 tahap, selanjutnya pendanaan APBD Tahun 2016 sebanyak 182 unit dari Disbangkim, Pendanaan Tahun 2017 ditargetkan sebanyak 200 unit.

Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman, Imas menyatakan Pemukiman kumuh masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota, masih menjadi permasalahan maka diperlukan kolaborasi beberapa pihak antara pemerintah pusat sampai Kelurahan diharapkan memberikan dampak positif dalam pencapaian Kota Layak Huni.

Walikota Bekasi, berpendapat upaya menciptakan Kota tanpa Kumuh melalui program pembangunan terpadubdiantaranya program rencana pembangunan kawasan pemukiman prioritas (RPKPP), program tersebut sudah berjalan dari tahun 2011, termasuj penanganan jalan dan drainase, penanganan rutilahu, penanganan sanitasi dan sampah, penyediaan sarana dan prasarana pelayanan publik, penyediaan akses air bersih dan ruang terbuka hijau serta penyediaan penetangan jalan lingkungan.

Di tahun 2016 ini, program Rutilahu sudah mencapai 182 unit di pelosok Kelurahan, dan target digelar acara ini Memperbaiki kesejahteraan warga miskin agar menjadi hunian yang layak dan sehat, serta dapat menyediakan data jumlah rutilahu sekota bekasi. (Ndoet)