Kanwil Kemenkum HAM dan Imigrasi Awasi 7268 WNA di Bekasi

Ilustrasi
Ilustrasi

BEKASI – Kepala Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Jawa Barat Susy Susilawati menyebutkan, Kota dan Kabupaten Bekasi memiliki data orang asing terbanyak setelah Bandung yakni berjumlah 7268 orang.

“Warga Negara ASing (WNA), paling banyak berasal dari Jepang dengan jumlah 1320 orang, kemudian disusul Korsel mencapai lebih dari 1100 orang. Mereka umumnya berada di Kota atau kabupaten Bekasi sebagai tenaga kerja di kawasan-kawasan industri,” katanya.

Tingginya aktifitas orang asing di Indonesia khususnya di Kota dan Kabupaten Bekasi kata Susy tak lepas dari kebijakan pemerintah pusat.
“Beberapa waktu lalu, pemerintah pusat sudah menetapkan sejumlah paket kebijakan ekonomi, termasuk bebas visa bagi 169 negara. Ini dimaksudkan untuk menarik investor dan menggenjot sector wisata,” jelasnya.

Susi melanjutkan, data per tanggal 31 Agustus 2016 sedikitnya ada 11.538 orang asing di seluruh kota dan kabupaten wilayah Jawa Barat. Jumlah tersebut belum termasuk dengan WNA yang beraktifitas seperti bekerja, kuliah, sekolah maupun berkeluarga.

“Kita harapkan yang masuk adalah yang bermanfaat saja, tapi faktanya kita tidak mengerti niat orang masuk ke Indonesia. Kadang mereka masuk dengan visa kunjungan, tapi menggunakannya untuk aktivitas di luar itu, seperti bekerja di perusahaan,” tuturnya.

Tingginya aktifitas WNA di Jawa Barat maka Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM, Kantor Imigrasi II membentuk sebelas tim pengawasan orang asing (Timpora). Di tingkat wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, tim ini berjumlah 11 tim, 6 tim di wilayah Kabupaten Bekasi dan 5 untuk wilayah Kota Bekasi.