Raih Medali Perak Olimpiade, Sri Wahyuni Dapat Bonus 2 Miliar

RIOEC861SDQVN_768x432

JAKARTA – Atlet angkat besi putri Indonesia Sri Wahyuni berhasil memboyong medali perak saat bertarung dalam kelas 48 kilogram ajang olahraga Olimpiade Rio de Janiero, Brazil.

Atas pencapaian itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengutarakan rasa bahagianya sekaligus bangga terhadap putri bangsa.

“Alhamdulillah, awalan yang baik bagi merah putih dengan medali pertama perak dari Sri Wahyuni,” kata Imam, Minggu (7 Agustus 2016).

Medali perak yang berhasil diamankan oleh Yuni untuk Indonesia membuat Imam harus menepati janji untuk memberikan bonus menarik bagi para peraih medali di ajang Olimpiade tersebut. “Selamat ya Yuni, bonus sebesar Rp 2 miliar menjadi hakmu,” ujarnya.

Diketahui sebelum keberangkatan kontingen Indonesia ke Brasil, Imam sudah mengumumkan bonus besar bagi peraih medali di Olimpiade Rio. Peraih emas mendapatkan Rp 5 miliar, perak Rp 2 miliar, dan perunggu Rp 1 miliar.

Dalam persaingan di kelas 48 kilogram putri, Yuni mencatatkan total angkatan 192 kilogram, terdiri atas 85 kliogram angkatan snatch, dan 107 kilogram dari clean and jerk.

Atas keberhasilan itu, Yuni lantas menjadi atlet penyumbang medali pertama untuk Indonesia. Ia kalah dari lifter Thailand Sopia Tanasan yang mengumpulkan total angkatan 200 kilogram.

Yuni sebenarnya berpeluang menaklukkan Tanasan saat berusaha mengangkat beban 115 kilogram untuk clean and jerk. Sayang, upayanya gagal. Walau demikian, Yuni tetap mencatatkan namanya sebagai atlet penyumbang medali pertama untuk Indonesia di Olimpiade Rio.