DPRD Bekasi Minta Disdudkcapil Segera Data Pendatang Baru

Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi, Ariyanto
Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi, Ariyanto

BEKASI – Pasca mudik Idul Fitri dipastikan Kota Bekasi akan kedatangan warga baru seperti tahun-tahun sebelumnya.

Komisi A DPRD Kota Bekasi mengimbau agar Pemerintah mengantisipasi terhadap hal tersebut.

“Pemerintah mesti intensifkan pendataan administrasi warga. Jangan sampai ada warga ilegal yang masuk namun pemerintah tidak tahu,” ujar Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata.

Wakil rakyat ini tidak mempersoalkan kedatangan warga mana pun yang ingin menetap di Kota Bekasi. Namun, Kedatangan warga daerah lain ke Bekasi, harus diimbangi dengan tujuan yang jelas.

Jika tujuannya untuk bekerja, kata dia, warga tersebut harus memiliki syarat keterampilan dan skill individu yang mumpuni.

Hal itu agar tidak menjadi beban Pemerintah Kota Bekasi dalam menanggulangi penduduk yang tercatat sudah mencapai 3 juta jiwa.

ilustrasi
ilustrasi

“Buat para pendatang di syaratkan memiliki keterampilan dan skill. Karena kalau tidak, dikhwatirkan akan menjadi masalah sosial baru di Kota Bekasi,” tuturnya.

Sebagai daerah urban, Bekasi menurutnya memiliki catatan kriminal yang cukup tinggi. Hal itu disebabkan tidak terpenuhinya kuota pekerjaan bagi seluruh warga Kota Bekasi.

Sehingga masyarakat awam yang tidak memiliki mental kuat, lebih mengambil jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yakni dengan cara aksi kriminalitas.

Untuk pemerintah sendiri, lanjutnya, harus bijak dalam mengantisipasi lonjakan pendatang. Khususnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Komisi A meminta agar instansi tersebut melakukan pendataan ulang terhadap seluruh warga yang melakukan mudik atau mendata warga baru.

“Prinsipnya boleh-boleh saja ada pendatang baru, asalkan memenuhi syarat diatas dan proaktif mengurus administrasi kependudukan ditempat ia tinggal,” tukasnya.