H-5 sampai H+3 Kendaraan Angkutan Barang Dilarang Melintas

ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA – Surat Edaran (SE) Menhub Nomor 22/2016 hari ini resmi diedarkan serta ditanda tangani oleh Menhub Ignasius Jonan yang isinya adalah larangan kendaraan angkutan barang beroperasi dan penutupan jembatan timbang selama Lebaran 2016.

Seperti dilansir dari situs resmi Kemenhub, Sabtu (25/6/2016) larangan tesebut demi kelancaran arus lalu lintas menjelang lebaran dan setelahnya. Larangan kendaraan tersebut berlaku mulai 1 Juli (H-5) pukul 00.00 WIB hingga 10 Juli (H+3) pukul 24.00 WIB.

Kendaraan angkutan barang yang dilarang adalah seperti kendaraan pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, truk gandengan, truk kontainer, serta truk pengangkut barang yang memiliki sumbu lebih dari dua.

Larangan juga berlaku pada jalan nasional (tol dan non tol) serta jalur wisata di 14 provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Adapun kendaraan angkutan barang yang masih diperbolehkan untuk beroperasi adalah:

1. Bakar minyak BBM (Bahan) dan bahan bakar gas (BBG)
2. Ternak
3. Bahan pangan kebutuhan pokok (beras, gula pasir, terigu, minyak goreng, cabe merah, bawang merah, kacang tanah, kedelai, daging sapi, daging ayam, ikan segar dan telur.
4. Pupuk
5. Susu murni
6. Barang antaran pos
7. Barang ekspor-impor dari dan ke pelabuhan (Pelabuhan Pelabuhan, Tanjung Belawan Priok, Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Soekarno-Hatta)
8. Angkutan sepeda motor sebagai angkutan mudik gratis.