Mahasiswa Bekasi Beri Nilai Bupati Neneng ‘Gagal Paham’

Puluhan mahasiswa dari beberapa kampus di CIkarang unjukrasa soal bobroknya kepemimpinan Neneng Hasanah Yasin sebagai Bupati Bekasi
Puluhan mahasiswa dari beberapa kampus di CIkarang unjukrasa soal bobroknya kepemimpinan Neneng Hasanah Yasin sebagai Bupati Bekasi

CIKARANG – Dianggap gagal memimpin Kabupaten Bekasi, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, di demo puluhan mahasiswa dari beberapa kampus di depan Sentra Grosir Cikarang (SGC) pada, Jumat (13/5/2016) lalu.

Spanduk sepanjang 3 meter yang bertuliskan “BEKASI BELUM MERDEKA” dan “BUPATI GAGAL PAHAM“, dibentangkan oleh para mahasiswa, sebagai kenyataan pahit yang di berikan oleh Neneng selama memimpin Kabupaten Bekasi.

Aksipun juga diwarnai dengan membagikan agitasi dan meminta tanda tangan masyarakat di spanduk sebagai bentuk dukungan atas kegagalan yang diterima masyarakat.

Selain itu mahasiswa pun menutup mulutnya dengan lakban hitam sebagai simbol agar masyarakat berani bicara tentang kenyataan pahit ini.

Menurut Jaelani Nurseha, Mahasiswa STT Pelita Bangsa mengungkapkan, bahwa Neneng Hasanah Yasin telah “GAGAL PAHAM” yang mengklaim telah berhasil dalam menjalankan amanah rakyat.

Menjalankan apa yang sudah menjadi ketentuan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagaimana mestinya serta menjalankan amanah paripurna APBD tahun 2015.

“Bupati Gagal Paham mengklaim berhasil tanpa rasa puas dari masyarakat. APBD 2015 hanya terserap 82 persen sehingga silpa Rp.860 miliar yang berdampak hari ini masih banyak kemiskinan, pengangguran, pengadaan komputer gagal, dan kondisi jalan banyak yang rusak berlubang serta retak,” katanya.

Jaelani juga menambahkan, semua yang dilakukan oleh Pemkab Bekasi itu belum menjadi solusi bagi masyarakat, sehingga banjir dan jalan yang di harapkan menjadi solusi dari investasi yang dilakukan investor, justru menyebabkan keboborokan jalannya birokrasi yang dipimpin Neneng.

“20 kawasan industri ini Investasi atau Invasi? menggerus lahan pertanian sebagai daerah resapan juga, sehingga banjir makin meluas. Pintu Tol cibatu banjir, area stadion Wibawa mukti pun banjir. MOU tidak mampu mengurai banyaknya pengangguran,” ungkapnya ketus.

Selain itu, protespun juga dilakukan oleh Sofa, peserta aksi kampus STAI Nur Elghazi yang membagikan agitasi itu, menambahkan soal beberapa konflik yang dialami masyarakat dengan pengusaha dan Pemkab Bekasi.

Menurtnya, Neneng seolah tutup mata karena tidak mengeluarkan kebijaksaanaanya sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bekasi.

“Masyarakat telaga murni teriak relokasi PT. Gunung Garuda, masyarakat tarumajaya DAN babelan terganggu dan ketakutan atas proyek penggalian pipa gas PGN, dan pedagang Pasar Baru Cikarang tolak revitalisasi yang dipihak ketigakan nantinya, kemana bupati,” ujarnya menanyakan.