Pengamat : Maraknya Aksi Tilang Demi Meningkatkan Pendapatan Polisi

ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA – Begitu banyaknya tindakan tilang yang dilakukan Polres Cirebon membuat masyarakat Cirebon membuat meme bahwa ‘Cirebon Kota Tilang’. Pengamat Kepolisian Bambamg Widodo Umar mengendus maraknya tindakan tersebut lantaran aparat kepolisian ingin meningkatkan pendapatan negara dari denda hasil tilang.

“Saya khawatir tilang itu tidak ada kaitannya dengan masalah peningkatan disiplin masyarakat, tetapi meningkatkan upaya pendapatan negara dari denda tilang,” kata Bambang Widodo Umar, di Jakarta, dikutip okezone Kamis (4/2).

Apabila itu benar, dia sangat menyayangkan sikap Kepolisian Republik Indonesia yang menaikkan pendapatan Negara dengan cara tersebut. Menurutnya, kecenderungan organisasi polisi bersifat terpusat, alhasil mereka pun tunduk terhadap apa yang terjadi di Jakarta. Sebab, maraknya tindakan tilang tak hanya ia temukan di kota udang. Pada saat dirinya berkunjung ke Kota Bandung ataupun Surabaya, ia melihat hal yang sama.

“Saya perhatikan tidak hanya Cirebon, hampir di seluruh Indonesia. Di Bandung juga gitu, di Surabaya juga sama, di kota lain pun iya, saya lihat kok pada nilang-nilang. Nanti berderet di jalan razia. Nah pertanyaannya kan ada apa? Mungkin Cirebon ini patuh sekali dengan perintah Jakarta,” sindirnya.

Jika tindakan tilang ditujukan untuk meningkatkan disiplin masyarakat, Bambang mengaku mengapresiasi instruksi tersebut asal disesuaikan dengan tertib atau tidaknya masyarakat. Jangan menyamaratakan seluruh wilayah sama seperti Jakarta yang lalu lintasnya begitu carut marut.

Dirinya tidak yakin jika Cirebon, Bandung, Surabaya dan beberapa kota lainnya, kondisi lalu lintasnya sama seperti ibu kota. Alhasil, wajar saja jika sampai muncul meme dari masyarakat Cirebon yang menyindir jajaran Polres Cirebon.

“Aneh jadinya, di Jakarta yang kaya gini, acak-acakan kadang ada, kadang enggak ada, kadang sampai rebut sekali. Kalau tujuannya untuk menertibkan maka mestinya lebih banyak di Jakarta daripada di Cirebon, ini kan terbalik jadinya. Instruksi ini sebenarnya baik, asal disesuaikan dengan tertib atau tidak tertibnya masyarakat, kalau masyarakat tertib terus diganggu gitu kan tidak bagus,” tutupnya.(okezone)