KPK Jadwalkan Pemeriksaan Rano Karno Minggu ini

JAKARTA – Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Priharsa Nugraha mengatakan, KPK akan memangggil Gubernur Banten Rano Karno untuk diperiksa pada Kamis 7/1 mendatang.

ilustrasi
ilustrasi

Rano dijadwalkan akan dimintai keterangan terkait dugaan suap dalam pembahasan APBD Banten 2016 terkait pembentukan Bank Pembangunan Banten.

“Pemeriksaan Kamis ini,” kata Priharsa di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2016).

KPK berharap Rano Karno bisa memenuhi panggilan itu. Priharsa menjelaskan, Rano sebelumnya sempat dipanggil pada 17 Desember lalu. Namun, staf Rano meminta penjadwalan ulang.

“KPK telah mengirimkan surat panggilan ulang pada Rano pada 29 Desember untuk memeriksa Rano sebagai saksi terkait APBD Banten untuk tersangka RT (Direktur Utama Banten Global Development Ricky Tampinongkol),” jelas dia.

KPK telah membongkar kasus dugaan suap pembentukan Bank Banten. Lembaga antikorupsi menangkap tangan Wakil Ketua DPRD Banten dari Fraksi Partai Golkar S. M. Hartono, Anggota DPRD Banten dari PDI Perjuangan Tri Satria Santosa, serta Direktur BUMD Banten Global Development Ricky Tampinongkol di sebuah restoran di Serpong, Banten, Selasa 1 Desember.

Ketika itu, mereka sedang bertransaksi suap terkait RAPBD Banten 2016 dengan tujuan memuluskan pembentukan Bank Pembangunan Daerah Banten. KPK menyita USD 11 ribu dan Rp 60 juta dari tangan kedua legislator Banten dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu.

Dari pemeriksaan, Hartono dan Tri kemudian ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Keduanya diganjar Pasal 12 huruf a atau b atau 11 Undang-Undang 31Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara, RT menjadi tersangka pemberi suap. Dia melanggar Pasal 5 ayat 1 a atau b atau 13 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.