Geger si ‘Mata Satu’, Warga Gabus Siapkan Bambu Kuning dan Daun Kelor

TAMBUN – Percaya atau tidak, dua kampung di Gabus, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi mendadak ramai sebulan belakangan lantaran adanya kabar penampakan sesosok makhluk supranatural (gaib) dan sudah mengganggu ketenangan masyarakat di sana.

Ilustrasi
Ilustrasi

Diungkap warga setempat, Hasan, makhluk gaib itu dikenal sebagai hantu bermata satu. Ia berbadan besar dan memiliki gigi bertaring. Hantu inipun, kerap menyasar korban secara acak.

“Kejadianya sejak lebaran haji ini bang, ada dua desa yang kini mencekam. Kampung Srijaya dan Kampung Srimukti, di Gabus bang. Dua desa ini bertentangga. Namanya setan mata satu. Di jidatnya cuma ada satu mata, dan asal ketemu orang dia baru bercaling,” kata Hasan, yang juga petugas lingkungan setempat.

Dia menambahkan, jika hantu ini jelas telah membuat resah warga. Pasalnya, setiap menampakkan diri, ada saja warganya yang tewas mendadak tanpa sebab.

“Sejak bulan haji ini, sudah ada lima orang yang mati bang. Mati gak sakit, gak ada apa apa. Awalnya, kita kira angin duduk. Tapi kok lima limanya, ngeluarin busa di mulut, kaya ayan. Korban nya pun, gak cowok gak cewek bang,” jelasnya.

Warga pun menduga, jika hantu tersebut berasal dari ulah pesugihan.

“Kita sebenernya gak mau nuduh bang, karena gak ada bukti. Tapi kata orang pinter disini, ini hantu dapat pitua untuk cari tumbal bang. Nah, gak tau dah, motifnya apa. Sebab, dia nongol ada aja orang tewas, kalau uang atau harta benda mah gak ada yang hilang,” ucapnya.

Atas hal tersebut, sejumlah warga di dua kampung tersebut kini terus melakukan patroli lingkungan di malam hari. Sejumlah alat seperti, bambu kuning dan daun kelor pun disiapkan untuk berjaga jaga mengusir makhluk gaib tersebut.

“Coba aja abang dateng di gang Nila, dari jam 7 sampe subuh kita ngeronda. Soalnya ini setan, nge-geret orang mulu. Pernah warga sini ditarik ke sawah, sadar-sadar badanya udah biru-biru. Malah ada perempuan namanya Iin, gak sakit dan baru kelar shalat, tiba tiba meninggal bang. Kita yang jaga malam ini resah bang,” pungkasnya. (br2)