Guru SMAN 8 Bandung Korban Crane di Mekkah

BANDUNG – Salah satu korban meninggal karena robohnya crane di Mekkah adalah guru SMAN 8 Bandung. Meski belum di rilis dari data pusat Kemenag, namun ucapan duka di media sosial untuk guru SMAN 8 Bandung ini terus mengalir.

Guru SMAN 8 Bandung tersebut bernama Adang Yopi, dia sempat dilarikan terlebih dahulu ke rumah sakit, namun akhirnya karena luka parah Adang meninggal di rumah sakit.

Melalui pesan di media sosial, Kepala Bidang SMA/SMK Kota Bandung Rita Aryani menyebutkan jika Adang merupakan salah satu guru berprestasi di Kota Bandung.

“Innalillahi wa inna illaihi rajiun. Almarhum Adang Yopi adalah salah satu guru berprestasi di Kota Bandung dan telah lulus dalam proses pencalonan salah saeorang kepala sekolah untuk jenjang SMA, a.n Kepala Dinas Kota Bandung, seluruh staff Bidang PSMAK turut berduka cita, semoga Almarhum menjadi ahli surga…Amin. Dan semoga istri, dan keluarga almarhum ikhlas. Demikian pula seluruh civitas akademika SMAN 8 Bandung, semoga kepergian almarhum Bp Adang Yopi menghadap Allah SWT menjadi renungan khusus dan semoga segala amanat almarhum selaku guru dapat dilaksanakan oleh seluruh siswa,” ujar Rita dalam yang tersebar di media sosial, Sabtu (12/9/2015).

Sebelumnya kabar menyebutkan jika korban meninggal karena crane di Mekkah dari Indonesia ada 6 orang, dan sampai saat ini masih dicari informasinya kembali.

Jumlah korban meninggal sebelumnya 107, dan cedera 238 akibat jatuhnya crane di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, demikian laporan stasiun televisi resmi Kerajaan Teluk itu, Jumat waktu setempat.

Stasiun televisi Al Arabiya sebelumnya menyatakan crane tersebut telah jatuh akibat badai kencang. Arab Saudi telah dilanda topan pasir dahsyat dalam beberapa hari belakangan.

Pemerintah Arab Saudi telah melakukan pemeriksaan mengenai kecelakaan itu, sementara 15 panel medis, pertolongan dan pertahanan sipil telah dikerahkan ke lokasi kecelakaan.

Semua rumah sakit di Makkah telah disiagakan penuh untuk menerima pasien. Crane tersebut, yang dioperasikan dalam proyek perluasan Masjidil Haram, jatuh akibat cuaca buruk.

Kecelakaan itu terjadi saat Arab Saudi mulai menerima Jamaah Calon Haji dari seluruh dunia untuk menunaikan Rukun Islam Kelima tersebtu, yang akan dimulai dalam waktu dekat.

Setelah penyelesaian perluasan saat ini dan terakhir, Masjidil Haram dapat menampung lebih dari tiga juta peziarah dalam satu jam.

Perluasan Masjidil Haram bertujuan agar masjid tersebut bisa menampung jamaah, yang jumlahnya terus bertambah dari tahun-ke-tahun, dari seluruh dunia terutama pada Musim Haji