Cemarkan Lingkungan, Pemkab Bekasi Kejar Hyundai Hingga ke Pengadilan Negeri

CIKARANG – Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Bekasi, MA Supratman menyatakan, kasus dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan Kawasan Hyundai sedang diproses di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi.

Kawasan Hyundai Kabupaten Bekasi
Kawasan Hyundai Kabupaten Bekasi

“Sudah mulai masuk persidangan. Hasilnya seperti apa itu belum diputuskan karena masih jalan persidangannya,” katanya kemarin.

Dibeberkan Supratman, tuntutan Pemkab Bekasi masih sama seperti sebelumnya.

Dia mengakui tak mengikuti proses kasus itu ketika masuk ke ranah PN.

“Kalau perhitungan dari ahli Kementerian LH tuntutan kita tetap sama yaitu sebesar Rp 16 miliar. Saya juga tak tahu hasilnya nanti seperti apa,” ujarnya.

Dia menambahkan, dirinya hanya mengumpulkan bukti dan berkas lainnya kemudian dilaporkan ke Bupati.

“Bagian hukum menyerahkan hal ini ke pengacara negara,” terangnya.

Disinggung jika hasilnya pihak Hyundai tak menerima dan meminta kasasi ke Mahkamah Agung (MA), dia mempersilahkannya.

“Ya silahkan saja. Itu kan proses hukum. Yang pasti dengan kasus ini, saya ingin memberikan shock terapy-lah ke perusahaan lainnya agar tak membuang limbah sembarangan di kampung kita. Membereskan sungai itu susah, ini malah ada perusahaan buang limbah sembarang,” tambahnya.

Dia mengakui setelah kasus Hyundai ini ada beberapa perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran serupa.

“Hanya saja masih dalam tahap teguran. Jika setelah ditegur kita tak ditaati ya akan kita proses hukum lah,” jelasnya.