DPRD Kota Bekasi Paripurnakan Anggaran Tambahan APBD 2015

Persetujuan Bersama DPRD dengan Pemerintah Kota Raperda Menjadi Perda
Persetujuan Bersama DPRD dengan Pemerintah Kota Raperda Menjadi Perda

BEKASI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Jumat, (14/8/2015), menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun 2014, dan penyampaian kebijakan umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2015 dalam rapat paripurna dengan agenda tersebut di Gedung DPRD, Jl.Chairil Anwar, Kota Bekasi.

Rapat Paripurna ini juga menetapkan bahwa Sisa Lebih Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp.746.952.936.446,-, sebagai salah satu syarat dapat dilakukannya pembahasan rancangan Perda tentang penetapan APBD perubahan Tahun Anggaran 2015.

Sselanjutnya secara umum Struktur Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) perubahan APBD Kota Bekasi setelah Perubahan direncanakan sebesar Rp.3.9 miliar lebih, bertambah Rp.320 Miliar lebih yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.1.35 Triliun, dana perimbangan Rp.1.38 Triliun, dan pendapatan lain lain yang sah sebesar Rp.1.24 Triliun lebih.

Sementara pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan, penerimaan pembiayaan tahun 2015 setelah perubahan direncanakan sebesar 746 miliar atau naik sebesar Rp.196 miliar yang berasal dari pos Silpa Tahun Anggaran 2014, sedangkan pengeluaran pembiayaan tahun 2015 setelah perubahan direncanakan sebesar 31 miliar, sehingga pembiayaan netto setelah perubahan menjadi Rp.714 miliar, maka secara riil terdapat defisit Rp.0.

Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu mengatakan, dalam penyusunan dan pembahasan KUPA dan PPAS tentu terdapat perbedaan pendapat, persepsi maupun pemikiran.

Namun hal tersebut dapat disinkronkan dan disepakati secara normatif dengan semangat mencapai hasil terbaik dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Wakil Walikota juga menambahkan Anggaran Belanja Daerah setelah Perubahan sebesar Rp.4.68 Triliun bertambah Rp.509 Miliar lebih, sehingga terjadi defisit anggaran sebesar Rp.188 miliar lebih dan defisit ini akan dipenuhi melalui pembiayaan netto.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan Badan Anggaran yang telah bekerja keras untuk membahas mengkaji dan mengevaluasi serta menyetujui laporan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2014, sehignga pada hari ini dapat disetujui bersama,” kata Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu dalam Paripurna tersebut.

Selain disaksikan seluruh anggota DPRD Kota Bekasi, rapat paripurna tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) dan pejabat Esselon III dilingkungan Pemerintah Kota Bekasi.