Digeledah Kejaksaan, Dirut RSUD ‘Gemetaran’

CIKARANG – Direktur Utama RSUD Kabupaten Bekasi, Sumarti mengaku dirinya gemetaran ketika tim satuan khusus dari Kejaksaan Negeri Cikarang melakukan penggeledahan di sejumlah ruang kerja RSUD.

Kejari Cikarang saat penggeledahan di RSUD Kab Bekasi
Kejari Cikarang saat penggeledahan di RSUD Kab Bekasi

“Iya saya sampai gemetaran,” singkatnya usai menjelaskan yang dilakukan tim dari Kejari Cikarang di RSUD.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri Cikarang kembali melakukan penggeledahan di RSUD Kabupaten Bekasi, di Jalan Teuku Umur, Cibitung. Penggeledahan dilakukan pukul 10.00 WIB tersebut melibatkan 13 orang tim dari kejaksaan dikawal 3 anggota Polres dengan senjata.

Direktur Utama RSUD Kabupaten Bekasi, Sumarti mengungkapkan, yang sedang dilakukan Kejari Cikarang berkaitan dokumen pengadan mekanikal elektrik (sambungan listrik) untuk Genset, yang sebelumnya juga masuk dalam tindak pidana korupsi.

“Bersamaa Genset ada pengadaan mekanikal elektrikal, instalasi pendukung dari Genset, termasuk travo. itu kan satu paket,” singkatnya.

Kejaksaan juga meminta dokumen pendukung tentang ekspedisi spm, surat masuk-keluar, dan berita acara kerusakan travo.

“Karena memang ternyata travonya rusak,” bebernya.

Pengadaan mekanikal elektrikal senilai Rp 2,1 Miliar itu kata Sumarni, ketika RSUD dipimpin oleh Syahroni.

“Iya itu ABT 2013 waktu RSUD masih dipimpin Pak Syahroni,” paparnya sambil mengaku dirinya masih gemetaran saat tim Satuan Khusus pidana korupsi datang ke RSUD.