Rentenir di Bekasi ‘sikat’ Wanita Hingga Tewas

BEKASI – Berhutang Rp300 ribu, seorang ibu rumah tangga (IRT) Nesih Fufilawati (38) tewas dianiaya rentenir bernama Alex Marbun.

Warga Kampung Kebantenan, Rt05/10, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi itu mengalami penganiayaan pada Kamis 27 Agustus 2015 lalu.

Setelah menjalani perawatan selama 4 hari di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, tadi malam ibu anak tiga itu meninggal dunia lantaran adanya pendarahan di otak. Pelakunya diduga seorang rentenir bernama Alex Marbun yang hendak menagih utang.

Ilustrasi
Ilustrasi

Sebelum tewas, korban sedang makan bersama warga di sekitar rumah tetangganya Yona (40). Yona mengatakan, perbuatan yang dilakukan pelaku kepada korban dilihat oleh sejumlah warga.

“Kejadian sangat spontan. Kita pada makan, pelaku datang dan menghampiri korban,” kata Yona, Senin (31/08/2015).

Saat cekcok, kata Yona, Nesih yang diketahui istri dari seorang sopir pribadi bernama Robi terlihat kesal hingga melempar es batu ke Alex Marbun. Bukannya reda, Alex tiba-tiba mencekek Nesih dan mendorongnya hingga terjatuh.

“Jatuhnya kepala duluan, korban juga ditindih pelaku,” kata Yona.

Selanjutnya, korban tak berdaya dan tak ada tenaga lagi untuk berdiri hingga akhirnya dibantu warga sekitar. Sementara pelaku diamankan warga.

“Warga yang melihat sempat terpancing emosi sehingga sebagian ada yang mengamankan pelaku dan sepeda motornya,” ujar dia.

Tak lama kata Yona, di tengah warga yang sibuk menolong korban, anak pertama Nesih datang dan sempat memukuli pelaku.

“Tapi, pelaku saat itu pakai helm dan anak korban hanya memukuli helmnya,” jelasnya.

Kemudian, pelaku yang ditinggal sendiri karena warga yang fokus menolong korban tiba-tiba kabur dengan dijemput temannya menggunakan sepeda motor.

“Pelaku kabur dengan dijemput temannya dan meninggalkan motornya di sini karena ditahan warga,” tutur dia.

Selanjutnya, korban langsung dibawa warga ke Rumah Sakit Kartika Husada. Warga lalu melaporkan kasus ini ke Polsek Jatiasih.

“Iya saat kejadian langsung dilaporin ke polisi. Motor pelaku juga udah diamankan,” katanya.

Setelah kasus ini dilaporkan, polisi langsung menangani kasus tersebut dan mendatangi korban di rumah sakit. Namun karena kondisi korban yang tak stabil, polisi belum sempat menginterogasi korban.

“Tapi, warga yang lihat memberikan keterangan kepada polisi. Akhirnya sama polisi korban dirujuk ke RS Polri sampai akhirnya korban mengembuskan napas terakhir tadi malam,” cerita Yona.

Terkait luka yang dialami korban, kata dia, akibat penganiayaan yang dilakukan rentenir terhadap korban dan sesuai keterangan dokter pembuluh darah korban pecah di bagian kepala sebelah kiri.

“Jadi, akibat luka itu ada benjolan besar di kepalanya, dan itu yang menyebabkan korban koma bebeberapa hari dan akhirnya meninggal,” jelasnya.

Pantauan di lokasi rumah korban, sejumlah tetangga berdatangan. Namun, jenazah korban yang sebelumnya sudah datang dari RS Polri untuk dimakamkan kembali di bawa ke rumah sakit oleh polisi.

Jenazah korban terpaksa dibawa lagi oleh polisi untuk diautopsi guna penyelidikan lebih lanjut.

Hingga satu minggu setelah kejadian ini, pelaku masih dalam pengejaran petugas Kepolisian Polsek Jatiasih dan Polresta Bekasi Kota.