Budaya Kranggan dari Bekasi Terkenal di Beberapa Negara Eropa

BEKASI – Kecamatan Jatisampurna menggelar festival budaya Kranggan dalam acara panggung HUT RI ke-70 Kegiatan berlangsung meriah dihalaman Kecamatan Jatisampurna, Minggu, (30/8).

Festival Budaya Kranggan yang masi terus dilestarikan dan terkenal hingga ke Benua Eropa
Festival Budaya Kranggan yang masi terus dilestarikan dan terkenal hingga ke Benua Eropa

Festival budaya Kranggan menampilkan banyak beragam kesenian Kranggan diikuti oleh lintas generasi dari yang muda sampai yang sudah tua.

Diantaranya tari Jaipong, pecak silat, Seni Gamelan tradisional Kranggan Lembur mengunakan gong keramat keturunan yang kelima dari abad ke-I8, Tari topeng betawi, qosidah, hadroh dan pernikahan budaya kranggan.

Camat Jatisampurna, Dinar Faizal Badar mengucapkan terimakasih kepada pemangku adat kranggan, tokoh masyarakat kranggan dan seluruh warga kranggan yang telah mendukung acara kegiatan ini hingga bisa berjalan sukses.

“Dan berbagai acara HUT RI Ke 70 di kecamatan Jatisampurna telah diadakan diantaranya perlombaan olah raga,Sunatan masal, dan hari ini acara dalam rangka melestarikan budaya kranggan,karena kebudayaan Kranggan ini sebagai perekat warga masyarakat jati sampurna,semoga kita jaga dan lestarikan kebudayaan daerah, “ujarnya.

Sementara itu sesepuh kranggan, Kisan (kolot kisan) menjelaskan Pakaian adat kranggan ada dua pakaian adat yaitu pertama hitam-hitam bebas digunakan muda maupun tua, dan kedua pakaian cele khusus Kasepuan Kranggan yang memakainya dan iketan kepalanya pun ada 2 iketan bralak semplak serta brongkos keong.

“Terima kasih telah menggelar festival budaya Kranggan pada HUT Ke-70 Republik Indonesia. Budaya Kranggan sudah terkenal sampai manca negara seperti Jepang, Belanda, Perancis dan Timurleste karena kalau ada kunjungan dari manca negara menanyakan budaya maka mereka diajak datang ke Kranggan,” ucapnya.

Kolot Kisan juga kemudian mengajak masyarakat Kranggan untuk menjujung tinggi budaya Kranggan dan melestarikan budaya Kranggan. Karena menurutnya, dengan dasar budaya ini maka kampung Kranggan bisa menjadi aman, tentram dan menjadikan masyarakatnya saling hormat menghormati sesama agama yang ada di Kranggan.

“Apabila ada permasalahan kita selesaikan duduk bersama guna memajukan Kota Bekasi,” kata Kisan. (goeng)