Kontras Ajak Mahasiswa Ikut Sekolah HAM

ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar menjelaskan, akan membuka sekolah hak asasi manusia (HAM) bagi para mahasiswa.

Sekolah singkat yang digelar selama tiga hari itu memberikan pelajaran secara diskusi dan praktik lapangan. Sekolah HAM bertujuan memberikan pengetahuan di luar dari yang didapat oleh para mahasiswa di kampus masing-masing.

Dengan menitikberatkan pada pertangungjawaban aktor non negara, dalam hal ini Lembaga Swadaya Masyarakat sebagai kontrol dari kebijakan

“Bagaimana pembangunan yang digagas pemerintah bisa diimbangi dengan penegakan HAM,” paparnya di Goethe Institut, Menteng, Jakarta, Minggu (2/8/2015).

Haris menjelaskan, dalam sekolah HAM, peserta dibekali bermacam konsep hak asasi manusia secara utuh, dengan tema yang terjadi di Indonesia.

Salah satunya hak atas tanah yang permasalahannya banyak berhubungan dengan isu sosial.

Peserta juga diajarkan mengenai hak ekonomi dan sosial, serta bagaimana diajarkan progressive realization, tanggung jawab negara mewujudkan penegakan HAM.