MUI Tarumajaya Tolak Larangan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid

ilustrasi
ilustrasi

CIKARANG – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tarumajaya Ahmad Ramli mengatakan, seruan Adzan itu adalah sebuah perintah.

“Bagi saya, memanggil orang (adzan, red) itu adalah perintah, tapi jangan sampai mengganggu orang lain,” katanya saat berbincang dengan beritabekasi.co.id, Kamis (11/6/2015).

Dikatakannya, Adzan dengan speaker Masjid atau Mushala harus sesuai waktunya.

“Yang mengganggu itu yang sebelum waktunya, tapi kalau sudah waktunya tidak ada istilah mengganggu. Jadi saya kurang setuju misalkan dilarang itu, karena nanti suara Adzan tidak akan terdengar sekitarnya,” ucapnya kesal.

Akan tetapi suara menjadi lebih luas di bulan suci Ramadhan, ketika umat Islam mendedikasikan waktu mereka untuk menjadi lebih dekat kepada Allah melalui do’a, menahan diri dan terus meningkatkan ibadah.

Sementara, ditanya soal akan adanya teguran dari MUI Pusat, dia kembali menyerahkan semua ini oleh MUI Pusat.

“Kita serahkan ke MUI Pusat saja nanti,” katanya. (Ind)