Komisi D Imbau Pemkot Bekasi Fokus Tangani 107.000 Warga Miskin

ilustrasi
ilustrasi

BEKASI – Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bekasi, Daddy Kusrady mengimbau kepada Pemerintah Kota Bekasi melalui SKPD terkait agar fokus dalam penyelesaian kasus warga miskin.

Pasalnya, ada 107.000 penduduk miskin yang belum tertangani oleh Pemkot Bekasi untuk keluar dari zona tersebut.

“Memang sepatutnya penduduk miskin harus terimakasih ke Gubernur yang memberikan bantuan senilai 18 miliar pada tahun ini, dan 24 miliar pada tahun 2016 untuk Jamkesda. Akan tetapi bagi Pemerintah Kota Bekasi tidak boleh berbangga atas bantuan tersebut. Semestinya lebih terpacu untuk mencari solusi agar kedepannya tidak ada lagi warga miskin di Kota Bekasi,” kaanya, Kamis, (4/6/2015).

Bantuan yang disalurkan dari Gubernur, menurutnya sebagai buah keperdulian pemerintah terhadap warga miskin. Dengan hal tersebut, beberapa point harus dibenahi oleh pemerintah daerah.

Semisal adanya kerjasama antar instansi Dinas Sosial, Disnaker, Dinas Kesehatan dan Kepermas untuk menyelaraskan program yang bertujuan mengentaskan kemiskinan.

“Apabila kerjasama tersebut terjalin, kami kira Gubernur kedepannya sudah tidak perlu repot memberikan bantuan bagi warga miskin di Kota Bekasi,” ujarnya.

Dengan laju pertumbuhan Kota Bekasi, menurutnya tidak berimbang dengan fakta penduduk miskin. Menjamurnya gedung bertingkat seperti hotel, apartemen dan pertumbuhan pusat komersil lainnya di Kota Bekasi, harus diimbangi dengan kemajuan penduduknya.

“Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi, sudah seharusnya masyarakat yang masuk dalam kategori miskin, dapat keluar dari zona tersebut.

“Pemerintah dapat menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk memberikan perhatian baik lapangan pekerjaan atau bantuan modal usaha bagi warga miskin,” jelasnya.