Komisi A Imbau Kepala SKPD di Pemkot Bekasi Terbuka ke Publik

ilustrasi
ilustrasi

BEKASI – Anggota Komis A DPRD Kota Bekasi, Lilik Haryoso menegaskan adanya alat finger print menandakan para SKPD tidak terbuka kepada publik.

“Semestinya jika ingin menerapkan disiplin pegawai, tidak perlu buka tutup pintu menggunakan finger print, ini dapat menghambat orang yang hendak bertemu dengan kepala SKPD,” ujar Lilik.

Dirinya mengkritisi penggunaan alat finger print yang justru dapat berdampak negatif terhadap pelayanan masyarakat.

“Sudah konsekwensi bagi penyelenggara pemerintah untuk siap melayani dan bertemu dengan masyarakat tanpa kecuali. Jika alibinya adalah persoalan disiplin pegawai, lalu dimana letak fakta integritasnya,” ucapnya.

Lilik pun mengimbau agar seluruh Kepala SKPD Pemerintah Kota Bekasi terbuka kepada publik, terlebih menyangkut penyelenggaraan pemerintah.