Risa Mariska Ingatkan Jokowi Agar Tidak Intervensi Polri

Anggota DPR RI asal PDI Perjuangan, Risa Mariska.
Anggota DPR RI asal PDI Perjuangan, Risa Mariska.

BERITABEKASI.CO.ID, JAKARTA – Politisi asal PDI Perjuangan mengingatkan agar Presiden Jokowi tidak melakukan intervensi terhadap Pihak Kepolisian terkait penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan yang ditangkap di rumahnya di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jum’at (01/05/2015) dini hari, yang kemudian ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan selama 10 jam.

“Presiden tidak perlu meminta kepada Bareskrim untuk tidak melakukan penangkapan, dan semestinya Presiden menghormati setiap dan segala proses hukum yang sedang dijalankan oleh Kepolisian,” tegas anggota Komisi III DPR RI, Risa Mariska di Jakarta, Sabtu (01/05/2015).

Presiden Jokowi lanjut Risa, jangan suka mengambil langkah-langkah yang nantinya malah membawa kemunduran bagi negara dan bangsa ini. Maka dari itu bebernya, ada baiknya Jokowi mengingat kembali pidato politik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat Kongres IV di Bali lalu, yang dalam pidatonya jelas menegaskan agar kembali pada konstitusi.

“Presiden Jokowi tidak perlu takut akan opini masyarakat terkait dengan permasalahan hukum yang terjadi di dalam tubuh KPK, sepanjang hal tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan undang-undang,” bebernya.

Politisi senayan yang berangkat dari daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok ini bahkan menilai proses penegakan hukum saat ini seperti mengalami fase kemunduran, khususnya dalam penanganan kasus Bambang Widjojanto, Abraham Samad dan Novel Baswedan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Kemunduran dalam penegakan hukum ini dapat dilihat dari prosesnya yang sarat dengan intervensi dari Presiden Jokowi. Padahal, rakyat Indonesia menginginkan hukum di negara ini benar-benar tegak berdiri,” pungkasnya.