DPC PDIP Kota Bekasi Tegaskan Bahwa Forum PAC Tidak Ada Dalam AD/ART

Pdi Perjuangan
Pdi Perjuangan

BERITABEKASI.CO.ID, KOTA BEKASI – Pasca terbitnya SK DPP PDI Perjuangan yang ditandatangani oleh Ketua Umum dan plt Sekretaris Jenderal, sesungguhnya tak ada lagi persepsi yang boleh menyimpang dari keputusan DPP. Legalitas kepengurusan DPC PDIP Kota Bekasi pun absah adanya. Seluruh kader dan kepengurusan di tingkat kecamatan dan kelurahan wajib mematuhi.

Sehingga keberangkatan unsur kepengurusan DPC, PAC, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi, Satgas dan kader menuju kongres sebesar – besarnya untuk turut dan terlibat dalam penyuksesan kongres partai.

“Tak ada agenda lain selain dukungan penuh untuk Mbak Mega memimpin kembali roda partai lima tahun kedepan,” ujar Henu Sunarko, wakil ketua bidang komunikasi politik DPC PDIP Kota Bekasi.

Hal itu disampaikannya terkait adanya pemberitaan di sebuah harian lokal Bekasi yang menyatakan DPC PDIP Kota Bekasi mengusung nama Maruarar Sirait untuk posisi sekretaris jenderal.

“Itu pemberitaan yang cenderung imajiner, kami menyayangkan adanya pemberitaan sepihak, padahal sejak awal sudah cukup jelas sikap politik DPC PDIP Kota Bekasi hanya mendukung Mbak Mega meneruskan kepemimpinan partai,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Anim Imamuddin mengaku dirinya langsung memerintahkan kepada wakil ketua bidang komunikasi politik untuk segera meluruskan berita yang menurutnya sangat mengada-ngada dan imajiner.

“Saya perintahkan untuk segera berkomunikasi dengan pihak yang menyatakan diri sebagai Forum PAC. PDIP tak mengenal forum PAC, jadi itu perlu diluruskan, karena tak dalam aturan partai,” tegasnya.

Dalam penyelenggaraan Kongres IV PDIP yang digelar di Bali, DPC PDIP Kota Bekasi memberangkatkan 85 orang yang terdiri dari unsur DPC, PAC, Satgas, dan juga Anggota Fraksi.

“Di luar yang diberangkatkan melalui koordinasi DPC, sudah mengkonfirmasi juga beberapa kader berangkat ke Bali, artinya akan banyak kader dari Kota Bekasi yang hadir di Bali,” pungkas Henu. (wok/hsk)