Waspada, 70 persen Air Tanah di Kota Bekasi Sudah Tercemar

Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu menghadiri paparan dari UPTD IPLT di ruang Audio Visual Tata Kota , Jum'at (20/03/2015).
Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu menghadiri paparan dari UPTD IPLT di ruang Audio Visual Tata Kota , Jum’at (20/03/2015).

BERITABEKASI.CO.ID, KOTA BEKASI – Dinas Kebersihan Kota Bekasi yang menangani Pengelolaan Limbah Tinja melakukan Rapat Koordinasi mengenai Rencana Pembaharuan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Sumur Batu di Ruang Audio Visual Tata Kota, Jumat (20/03/2015).

Walikota Bekasi Rahmat Effendi bersama Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu dan segenap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait hadir mengikuti rangkaian presentasi dari Dinas Kebersihan dan UPTD IPLT.

Berdasarkan hasil presentasi dari UPTD IPLT yang dipaparkan oleh tim BAPPEDA dan Iuwash (Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene) terkuak bahwa sekitar 70% air tanah di Kota Bekasi sudah tercemar, dan sebanyak 48,6% rumah tangga sudah menyedot septic tank secara periodik. anggaran UPTD yang diraih pertahunnya tidak sebanding dengan retribusi, SDM yang tidak memadai, dan sangat minimnya pengawasan dan pengelolaan air limbah domestik berskala perumahan menengah.

Tak hanya itu, penempatan Sumber Daya Manusia Di UPTD IPLT Sumur Batu tidak sesuai dengan kompetensinya, bahkan ada pegawai lepas yang gajinya tidak dibayar perbulannya. Maka dari itu, UPTD IPLT yang di bawahi oleh Dinas Kebersihan ini bertekad untuk melakukan pembaharuan demi pengelolaan yang lebih baik kedepannya.

Untuk pengembangannya, ada program strategi pengembangan revitalisasi dan peningkatan kapasitas pengelolaan IPLT dengan mengoptimalkan dana APBD 2015 sebesar Rp 1,5 Milyar dan juga bantuan APBN 2016 untuk pembangunan, seperti digunakan untuk pembangunan Bak Aerob, Sluge Drying Bed, pengurasan kolam fakultatif, dan juga lolam maturasi. Disamping itu, dioperasikannya kembali pipa pompa dan air Rator dan juga pembangunan Reactor Bio Digester.

“Hirarki terhadap UPTD dari Dinas Keberihan yang menjadi atasannya harus terbentuk dengan benar dan bersinergitas, jangan sampai hilang komunikasi hingga terbengkalai dan terlupakan” ujar Walikota Bekasi singkat. (HMS).