Rawan Banjir, Warga Mustika Jaya Harap Drainase Crossing Tol Japek Segera Diperlebar

Suasana rapat di ruang rapat DPRD Kota Bekasi
Suasana rapat di ruang rapat DPRD Kota Bekasi

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI TIMUR – Ketua Forum komunikasi warga MKB (Mutiara Gading – Kodam – Bumyagara), Alimuddin menuding tersumbatnya gorong – gorong crossing tol Jakarta – Cikampek adalah salah satu penyebab utama banjir yang terjadi Rabu (25/03/2015) minggu lalu di Kecamatan Mustika Jaya, seperti di Perumahan Mutiara Gading Timur, Dukuh Zamrud, Pondok Timur Indah, Perum Regency, Komplek Kodam dan Perumahan Bumyagara.

“Kami menemukan adanya penyempitan saluran air di crossing Tol Jakarta – Cikampek, sehingga enam komplek perumahan di Mustika Jaya tergenang,” ungkapnya sambil menjelaskan bahwa sampahlah yang menyumbat saluran tersebut.

Selain itu lanjutnya, ia juga meminta agar Pemerintah Kota Bekasi dapat memperluas saluran air crossing tol Jakarta – Cikampek, karena diyakini sudah tidak mampu lagi menampung banyaknya debit air yang diperparah dengan tumpukan sampah dari hulu.

“Selain pelebaran crossing tol, kami juga berharap pemerintah dapat menekan para pengembang perumahan agar benar – benar membuat drainase sesuai dengan aturan, dan juga normalisasi kali di wilayahnya,” pungkasnya.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi Heri Koswara mengaku, ia sudah berkoordinasi dengan BAPPEDA (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah) Kota dan Kabupaten Bekasi agar langsung mengajukan penganggaran perluasan saluran air crossing Tol Jakarta – Cikampek yang terletak di sekitaran Grand Wisata kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Anggaran APBD Kota Bekasi tidak memungkinkan, karena letaknya berada di wilayah Kabupaten Bekasi, oleh karena itu saya juga berkoordinasi dengan BAPPEDA Kabupaten Bekasi untuk segera membuat surat permohonan pelebaran saluran air tersebut,” ujar politisi PKS yang berangkat dari Daerah Pemilihan Rawalumbu, Bantargebang dan Mustika Jaya ini.

Terkait penanganan banjir di Kota Bekasi, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Bekasi Muhammad Kurniawan memaparkan pihaknya berusaha menyelesaikan 49 titik banjir yang ada di Kota Bekasi. Kendati demikian dirinya mengaku akan menuntaskan permasalahan banjir tersebut dengan fokus per wilayah, hal tersebut dilakukan agar hasilnya lebih maksimal ditengah minimnya anggaran yang tersedia.

“Kota Bekasi saat ini hanya mempunyai delapan (8) Masterplan Drainase per kecamatan dari yang seharusnya ada 12 Masterplan Drainase kecamatan,” pungkas politisi PKS ini.

Sementara itu Ketua Fraksi Hanura DPRD Kota Bekasi Winoto, mengaku akan mempertanyakan tentang sikap Heri Koswara yang tidak menyertakan dirinya untuk dapat berjuang bersama untuk menuntaskan problema banjir yang terjadi di Mustika Jaya.

“Saya dan Pak Heri kan berasal dari daerah pemilihan yang sama, tapi kok seperti mau menyelesaikan sendiri? Ada apa ini sebenarnya? Nanti akan saya tanyakan hal ini ke Pimpinan DPRD,” ujarnya singkat.

Berdasarkan informasi yang kami himpun, proyek perluasan saluran air crossing Tol Jakarta – Cikampek diperkirakan akan membutuhkan anggaran sebesar Rp 20 miliar. (wok)