PDI Perjuangan Kota Bekasi Yang Makin Seksi dan Panas

Ketua Komisi D DPRD Kota bekasi, Nuryadi Darmawan.
Anggota DPRD Kota Bekasi asal PDI Perjuangan, Nuryadi Darmawan.

BERITABEKASI.CO.ID, KOTA BEKASI  – Meskipun kepengurusan DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PDIP Kota Bekasi hasil Konferensi Cabang (Konfercab) Karawang sudah matang digodok oleh DPP PDI Perjuangan yang sebelumnya mengalami deadlock saat penghelatan Konfercab 9 Maret lalu (baca disini), ternyata ada beberapa kader partai berlambang banteng moncong putih ini yang menentang keputusan DPP.

Dikatakan oleh Ungut yang merupakan mantan Ketua PAC Rawalumbu yang sudah empat kali menjabat ini, dirinya menganggap susunan kepengurusan DPC yang diusulkan oleh ketua terpilih tersebut ditolak keras oleh formatur, bahkan semua formatur tidak menerima dan tidak mau menandatanganinya.

“Saya tahu benar persoalan itu, karena kepengurusan yang disampaikan oleh Anim hanyalah kelompok kecil dan satu golongan saja, komposisi kepengurusan sangat tidak akomodatif dan tidak menjaga kebersamaan, bisa hancur partai ini kedepannya. Saat ini kita sedang waspada, ada skenario apa dibalik kakunya Anim dalam menentukan kepengurusan, mudah – mudahan bukan karena hal untuk merusak tatanan dan keutuhan partai,” ujarnya dengan nada keras kepada beritabekasi.co.id, Rabu (25/03/2015).

Selain itu dia mengungkapkan bahwa dia bersama kader – kader PDI Perjuangan yang lain akan berangkat ke arena Kongres PDI Perjuangan yang akan digelar di Bali pada 8 April mendatang demi mengadukan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri apa yang sebenarnya terjadi di DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi.

“Kebetulan ada Ketua PAC yang juga anggota DPRD Kota Bekasi yang akan menanggung semua biaya akomodasi kami dari berangkat hingga pulang nanti, disanalah kami akan mengadukan hal ini kepada Ibu Mega,” ungkapnya.

Hal tersebut diamini oleh Arif Rahman Hakim, dia yang merupakan Ketua PAC Bekasi Utara ini mengaku akan berangkat bersama – sama dengan kader PDI Perjuangan yang lain atas biaya dari Ketua PAC Bekasi Selatan yang juga Ketua Komisi D DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan.

“Saya juga akan turun ke arena kongres Bali, selain untuk memberikan dukungan kepada Ibu Mega untuk tetap menjadi Ketua Umum kami sampai dengan tahun 2020, saya beserta teman – teman yang lain akan mengadukan hal yang sama,” ucapnya.

Sementara itu terpisah, Anim Imamuddin yang merupakan ketua terpilih DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi mengaku jika pencoretan nama Nuryadi Darmawan tersebut dilakukan langsung oleh Plt Sekjend DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang juga disaksikan oleh beberapa pengurus DPP.

“Bahkan Pak Hasto sendiri mengatakan jika ada kader yang protes, suruh protes ke DPP, karena keputusan ini adalah kewenangan DPP,” ujar Anim menirukan ucapan Hasto.

Anim juga membantah tudingan adanya intervensi dalam menyusun komposisi pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi periode 2015 – 2020 yang dinakhodainya.

“Tidak ada intervensi dari siapapun terkait dengan susunan kepengurusan. Saya sebagai ketua terpilih harus siap mengawal apa yang ditetapkan oleh DPP. Apapun protes yang dilakukan kader adalah hak. Namun, harus juga mematuhi aturan bahwa kewenangan setelah terjadi deadlock adalah kewenangan DPP,” ujar Anim tegas seraya mengimbau agar semua kader PDI Perjuangan di Kota Bekasi tidak terprovokasi dan tetap bersatu untuk bersama -sama membesarkan partai.

Anim juga menambahkan bahwa dirinya tidak mungkin memuaskan semua pihak dalam kepengurusannya ini. Walau formatur punya hak untuk mengusulkan, tapi dalam usulan tersebut tidak mungkin semuanya bisa diakomodir. Soal puas tidak puas lanjut Anim, merupakan efek yang wajar. Terlebih penyusunan ini sudah diambil alih oleh DPP, jadi apapun keputusan DPP dirinya mengaku siap mengamankan dengan resiko apapun.

“Karena tujuan saya dan pengurus baru nantinya adalah membesarkan partai sesuai dengan amanat AD/ART. Silahkan bagi kader – kader partai memberikan masukan dan kritik jika dalam kepemimpinan saya nanti ada yang keliru. Karena kritik dan saran sangat penting. Mari kita bergandengan tangan untuk partai. Saya hanya minta agar semua kader loyal terhadap partai, bukan kepada saya ataupun pengurus lainnya,” tegas Anim yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi ini.

Menanggapi gaduhnya aksi beberapa kader yang dipimpin Nuryadi Darmawan (PAC Bekasi Selatan), Bakri yang juga mantan Ketua PAC Jatiasih mengaku miris ketika mengetahui tingkah laku rekan -rekan mereka yang tersulut oleh ambisi oknum tertentu.

“Kami miris, Pemilihan Ketua dan pengurus ini kan sudah berbeda dengan yang dahulu, yakni dengan semangat musyawarah untuk mufakat. Dan jika tidak ada mufakat, maka DPP yang akan mengambil alih. Artinya, DPP punya kewenangan penuh jika terjadi deadlock. Dan itu sudah sesuai dengan amanat SK 066 – 067. Kita ini kan diajarkan untuk berdemokrasi yang terpimpin,” cetus Bakri sambil menggelengkan kepala.

Hal tak berbeda juga dikatakan oleh Heri, mantan Ketua PAC Bekasi Timur. Heri pun menggaransi bahwa dirinya beserta kader yang lain akan tetap mendukung apapun keputusan DPP partai. “Tidak ada alasan kami untuk menolak keputusan DPP. Tetapi aksi penolakan tersebut lanjutnya, tetaplah harus dihargai, karena merupakan dinamika politik dalam berpartai. Namun harus diingat, jangan sampai melanggar AD/ART dan juga bertujuan memecah belah kader partai.

“Adanya sikap penolakan adalah hak berdemokrasi. Tapi hak demokrasi ada batasnya. Jika sebatas menolak atau tidak menerima, itu sah-sah saja. Asal tidak anarkis dan malah membuat perpecahan di internal partai,” ujarnya singkat. (wok)