Keluarga Korban Pencabulan Datangi Komisi D DPRD Kota Bekasi

Keluarga korban pencabulan diterima oleh Komisi D DPRD Kota Bekasi, Rabu (18/03/2015)
Keluarga korban pencabulan diterima oleh Komisi D DPRD Kota Bekasi, Rabu (18/03/2015)

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI TIMUR – Tidak ditindaklanjutinya laporan kepolisian tindakan asusila yang dialami anaknya CA (10) oleh Polresta Bekasi Kota, membuat keluarga korban mendatangi Komisi D DPRD Kota Bekasi yang membidangi pendidikan untuk mengadukan nasibnya, Rabu (18/03/2015).

Keluarga korban CA meminta agar Komisi D DPRD Kota Bekasi mendorong pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti laporan kepolisian yang telah dibuatnya pada Rabu (04/03/2015) lalu.

“Saya mohon dengan sangat, agar anggota dewan yang terhormat bisa membantu untuk mendorong pihak kepolisian agar laporan kami segera diproses,” kata Sanan¬†selaku ayah CA yang didampingi juga oleh Cucun Sunayah istrinya.

Keluarga CA yang tinggal di Kampung kranggan Rt 01/12 Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi ini mengungkapkan bahwa CA sudah tiga kali dilakukan tidak senonoh oleh oknum guru kelas di dalam ruang guru SDN Jatisari I Jatiasih, Kota Bekasi.

“Anak saya dicabuli sejak naik kelas III, anak saya jadi trauma dan tidak mau berangkat ke sekolah,” ujarnya lirih.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi, Sanwani mengatakan bahwa pihaknya akan segera memanggil kepala sekolah beserta guru yang diduga telah melakukan pencabulan tersebut.

“Pemanggilan dilakukan agar kita bisa mencari tahu secara pasti kasus pelecehan seksual tersebut,” ujar politisi PPP ini kepada beritabekasi.co.id, Rabu (18/03/2015).

Lebih lanjut Sanwani mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan menggelar sidak ke sekolah tersebut setelah keterangan kedua belah pihak didapat.

“Setelah keterangan kedua belah pihak didapat dan dirasa cukup, maka kami akan segera mengeluarkan surat rekomendasi kepada pihak kepolisian agar segera menuntaskan kasus amoral pencabulan ini,” ungkapnya.

Keluarga korban berharap agar pelaku segera dipecat sebagai guru dan segera ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian untuk selanjutnya dapat diberikan hukuman yang berat agar dapat memberikan efek jera. (wok)