Sukur Nababan Serahkan Rp 65 Milyar Kepada Walikota Bekasi

Anggota Komisi V DPR RI asal PDI Perjuangan Sukur H. Nababan menyerahkan berkas program kepada Walikota Bekasi Rahmat Effendi selepas kegiatan Reses II di Ruang Rapat Walikota Bekasi, Kamis (05/03/2015).
Anggota Komisi V DPR RI asal PDI Perjuangan Sukur H. Nababan menyerahkan berkas program kepada Walikota Bekasi Rahmat Effendi selepas kegiatan Reses II di Ruang Rapat Walikota Bekasi, Kamis (05/03/2015).

BERITABEKASI.CO.ID, KOTA BEKASI – Anggota Komisi V DPR RI asal PDI Perjuangan Sukur H. Nababan mengatakan bahwa dirinya sudah disumpah untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat daerah pemilihannya, yakni Kota Bekasi dan Kota Depok. Hal tersebut dikatakannya saat menggelar Kunjungan Kerja Reses II masa sidang tahun 2014 – 2015 di ruang rapat Walikota Bekasi, Kamis (05/03/2015).

“Saya sudah disumpah untuk memperjuangkannya dan ini adalah amanat konstitusi, saya juga salah satu orang yang bertanggung jawab terhadap pembangunan di Kota Bekasi,” ujarnya saat reses yang juga dihadiri oleh Walikota Bekasi Rahmat Effendi, Ketua DPRD Kota Bekasi Tumai, seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan Kota Bekasi, anggota Fraksi Gerindra Kota Bekasi dan seluruh SKPD Kota Bekasi.

Sukur juga mengungkapkan bahwa dirinya merasa malu karena belum bisa memberikan kontribusi yang banyak kepada Kota Bekasi dalam hal pembangunan. Kendati demikian, dirinya baru saja membawa sejumlah program untuk pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi yang bernilai total sekitar Rp 65 Milyar.

“Diharapkan Pak wali segera menyelesaikan dokumen pelengkap untuk realisasi program tersebut, salah satunya adalah program drainase untuk perkotaan sebesar Rp 30 Milyar,” ungkap anggota DPR RI yang sudah dua kali terpilih ini.

Lebih lanjut Sukur berharap para anggota DPRD Kota Bekasi asal PDI Perjuangan mampu memperjuangkan aspirasi pembangunan bagi daerah pemilihannya, namun dirinya berpesan agar jangan terlibat dalam proyek aspirasi apalagi sampai meminta imbalan (fee).

“Diperlukan kesamaan pikiran, nafas dan sangat yang sama dalam membangun Kota Bekasi. Tapi ingat, jangan meminta fee, itu haram,” pungkasnya. (wok)