Satreskrim Polresta Bekasi Tembak Biang Rampok Kawasan Industri

Tiga dari 4 biang kejahatan di kawasan industri ditangkap polisi
Tiga dari 4 biang kejahatan di kawasan industri ditangkap polisi

CIKARANG – Satreskrim Polresta Kabupaten Bekasi membekuk empat pelaku perampok senjata api (senpi) yang sering berkeliaran di kawasan industri. Dari tangan pelaku, polisi menyita satu senpi rakitan jenis revolver, satu pucuk airsoft gun, peluru organik, dua unit sepeda motor dan senjata tajam.

Empat pelaku tersebut yakni, PE (35) tewas ditembak, yang berperan sebagai kapten kelompok, AM (26), JO (30) dan KM (28) yang masing-masing pelaku ditembak di bagian kaki.

“Kelompok ini sering meresahkan masyarakat dan tidak segan-segan melukai korban dengan senjata api dan senjata tajam,” ujar Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Isnaeni Ujiarto, Rabu (11/2/2015).

Kombes Isnaeni menjelaskan, para pelaku kejahatan ini sering beraksi di kawasan industri Kabupaten Bekasi. Hebatnya lagi, empat pelaku ini ternyata dalang kejahatan pembegalan, perampokan dalam pabrik, termasuk perampok uang SPBU.

Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Isnaeni Ujiarto mengakat barang bukti senjata api milik biang rampok kawasan industri
Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Isnaeni Ujiarto mengakat barang bukti senjata api milik biang rampok kawasan industri

“Mulai dari pembegalan, merampok barang-barang berharga di dalam pabrik hingga merampok uang SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) yang akan disetorkan ke bank,” ujar Isnaeni.

Para pelaku sudah melakukan aksi kejahatan sejak 2011-2014. Terakhir, pelaku beraksi saat merampok uang SPBU di daerah Cikedokan, Cikarang Barat, 28 Desember 2014 lalu. Saat itu, korban bernama Komin (30) akan menyetorkan uang ke Bank Mandiri di Kawasan Industri MM2100, Cibitung.

Selasa (10/2), keempat pelaku ini dibekuk dan satu orang ditembak mati. Kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mengungkap para pelaku lain.

Tiga dari empat pelaku mendekam di sel Mapolsek Cikarang Barat. Mereka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.