Kasus Perjalanan Dinas DPRD Kota Bekasi, Ditarget Selesai 2015

Kejaksaan Negeri Bekasi
Kejaksaan Negeri Bekasi

KOTA BEKASI – Melanjutkan beberapa kasus tindak pidana korupsi yang tengah diproses, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi mentargetkan, pada tahun 2015 seluruh kasus tersebut selesai dan dilimpahkan ke Pengadilan TIPIKOR Bandung.

Kasie Intel Kejari Bekasi, Ade Hermawan mengatakan, pihaknya akan memanggil 50 orang terkait kasus Dana Bos pada Dinas Pendidikan, kasus Perjalanan dinas anggota DPRD, dan kasus Pasar Burung pada Korpri Kota Bekasi.

Menurut penjelasannya, diantara 50 orang tersebut yang dipanggil oleh Kejari Bekasi ialah Sekretaris Daerah (Sekda), dan Kepala Dispera Kota Bekasi.

“Kami target semua kasus rampung pada tahun (2015) ini. Namun untuk kepastiannya, saat ini kami masih mendalami kasus ini,” ungkapnya.

Mengenai kasus Perjalanan Dinas DPRD Kota Bekasi, pemeriksaan telah dilakukan lebih dari sepuluh orang (baca disini), termasuk Setwan, dan PPTK. Pemeriksaan terkait pelaksanaan perjalanan serta teknis laporan pertanggungjawabannya. Sepuluh nama anggota dewan periode 2009-2014 yang diperiksa antara lain, Anim Imamudin, Nuryadi Darmawan, Nurul Marfuaitin, Ronny Hermawan, Bali Pranowo, Heri Koswara, Syafei, Jamaludin, Winoto dan Sutriono.

“Untuk penyelidikan lebih lanjut, tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang akan dipanggil lagi, termasuk pemanggilan anggota dewan,” tambahnya.

Sementara, dalam kasus lainnya, yakni Kasus Pasar Burung pada Korpri Kota Bekasi, Ade mengakui pihaknya telah memanggil Sekda Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji untuk dimintai keterangan.

“Sekda juga telah dimintai keterangan beberapa hari lalu,” katanya menegaskan dalam pengungkapan kasus, pihaknya akan memanggil semua pihak yang terkait.

Sekda Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, mengakui dirinya telah dipanggil Kejari Bekasi. Menurutnya, pemanggilan dirinya terkait kasus korupsi pasar burung, “Ya saya juga dimintai keterangan oleh Kejaksaan, tetapi hanya sebatas kesaksian,” pungkasnya. (wok)