Wew.., Dirut PDAM Tirta Patriot Tidak Mengerti Istilah ‘Mark Down’

Direktur Utama PDAM Tirta Patriot TB Hendi Irawan berdialog dengan perwakilan pendemo dari HMI cabang Bekasi, Jum'at (30/01/2015).
Direktur Utama PDAM Tirta Patriot TB Hendi Irawan berdialog dengan perwakilan pendemo dari HMI cabang Bekasi, Jum’at (30/01/2015).

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI UTARA – Dalam dialog antara Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Patriot TB Hendi Irawan dengan lima orang perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi terungkap bahwa Hendi baru mengetahui istilah ‘mark down‘ pendapatan, Jumat, (30/01/2015).

“Istilah ‘mark down’ ini saya baru mendengarnya,” ujar Dirut PDAM Tirta Patriot TB Hendi Irawan.

Menurutnya jika sampai pendapatan tersebut benar sampai diturunkan (mark down) itu sanksinya luar biasa, dirinya mengaku perusahan pelat merah yang dipimpinnya itu sudah diaudit oleh BPKP Provinsi Jawa Barat dan kantor akuntan publik.

“Rasanya aneh jika ada ‘mark down‘ pendapatan, bukan pendapatan yang diturunkan, namun setoran PAD (Pendapatan Asli Daerah) ke Pemkot Bekasi yang turun,” kelitnya.

Lebih jauh Hendi mengatakan bahwa indikasi ‘mark down‘ tersebut harusnya dianalisa dengan analisa keuangan, bukan analisa statistik.

“Jika dengan analisa keuangan akan terungkap naiknya beban pengeluaran terjadi dalam pembiayaan gaji karyawan dan juga pembelian alat Variable Speed Drive senilai Rp 2 Milyar untuk menghemat konsumsi listrik,” pungkasnya. (wok)