Summarecon Bantah Kongkalikong Dengan Pemkot Bekasi

Rekayasa arus lalu lintas di perempatan Kayuringin Jl. Ahmad Yani, Kota Bekasi, Sabtu (03/01/2015).
Rekayasa arus lalu lintas di perempatan Kayuringin Jl. Ahmad Yani, Kota Bekasi, Sabtu (03/01/2015).

BERITABEKASI.CO.ID, KOTA BEKASI – Munculnya dugaan kongkalikong antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dengan pihak Summarecon Mal Bekasi (SMB), terkait rekayasa arus lalulintas sepanjang jalan Ahmad Yani, dibantah oleh kedua belah pihak.

Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki keterkaitan dengan program pengalihan arus lalulintas yang dilaksanakan oleh Pemkot Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub).

Kendati arus lalulintas mengarah ke SMB, menurutnya, hal tersebut hanyalah kebetulan, karena lokasi rekayasa lalulintas bersamaan dengan arah menuju SMB.

“Kami tidak ada hubungannya dengan rekayasa lalulintas. Jika muncul spekulasi ada permainan antara pihak kami dengan Pemkot Bekasi, itu sah saja. Namun, perlu kami tegaskan bahwa SMB tidak melakukan upaya tersebut untuk mendorong masyarakat agar diarahkan ke lokasi kami,” ujar Adrianto mengklarifikasi issue yang menyebut SMB melakukan konspirasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi untuk merekayasa lalulintas.

Dalam menjalankan bisnis lanjut Adrianto, SMB melakukannya secara fair. Dirinya juga menentang persaingan usaha yang tidak sehat, sebab pihaknya memahami berbagai aturan maupun undang-undang yang berlaku, seperti UU Anti monopoli dan Persaingan Tidak Sehat. Karena itu, ia meminta semua pihak agar objektif menilai sebuah permasalahan dengan tidak mendiskreditkan sebuah kelompok ataupun corporate.

“Summarecon dalam berbinis tidak perlu engineeringengineering seperti itu untuk mengarahkan orang agar datang ke Summarecon Bekasi. Karena tanpa mengarahkan pun, dengan sendirinya konsumen diyakini akan ke Summarecon Bekasi. Yang terpenting bagi kami, ialah menyajikan kualitas pelayanan serta fasilitas yang diharapkan pengunjung, sehingga segala sesuatu yang dibutuhkan masyarakat, dapat terpenuhi di Summarecon Bekasi,” tutupnya.

Sementara, uji coba rekayasa lalulintas yang sebelumnya berjalan selama tiga minggu berturut-turut, memasuki pekan keempat, kegiatan tersebut terhenti.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Supandi menyanggah kegiatan rekayasa lalulintas pesanan dari pihak Summarecon. Menurutnya, kemacetan di beberapa titik jalan Ahmad Yani Kota Bekasi, merupakan alasan utama pihaknya uji coba menutup jalan perempatan lampu merah Kayuringin, Bekasi Selatan.

“Tidak ada kerjasama dengan pihak pengusaha, apalagi untuk memenuhi kepentingan mereka. Rekayasa lalulintas kami gelar karena kemacetan di jalan Ahmad Yani semakin parah,” pungkasnya. (wok)