HMI Bekasi Geruduk PDAM Tirta Patriot

Puluhan massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bekasi menggelar aksi demonstrasi di PDAM Tirta Patriot, Jum'at (30/01/2015).
Puluhan massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bekasi menggelar aksi demonstrasi di PDAM Tirta Patriot, Jum’at (30/01/2015).

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI UTARA – Belasan massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi menggelar aksi demonstrasi yang mempertanyakan indikasi mark down pendapatan oleh jajaran direksi di PDAM Tirta Patriot, Jumat, (30/01/2015).

Dalam aksi tersebut, HMI cabang Bekasi meminta kepada jajaran Direksi PDAM Tirta Patriot agar memberikan klarifikasi dan penjelasan kepada publik atas penurunan keuntungan yang terjadi di badan usaha pelat merah milik Kota Bekasi tersebut serta, meminta kepada PDAM Tirta Patriot agar mempublikasi secara terbuka pendapatan atau keuntungan pada tahun 2014, dan juga mendesak Kejari Bekasi agar mengusut tuntas permasalahan di PDAM Tirta Patriot yang terindikasi terjadi penyalahgunaan wewenang yang mengarah kepada tindak korupsi.

Setelah melakukan aksi dan melakukan orasi akhirnya perwakilan HMI cabang Bekasi diterima oleh Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Patriot TB Hendi Irawan untuk mengklarifikasi indikasi mark down yang terjadi di perusahaan daerah yang dipimpinnya.

Dirut PDAM Tirta Patriot TB Hendi Irawan menjelaskan bahwa yang dimaksudkan dengan indikasi mark down ini terjadi saat dirinya belum menjabat sebagai Dirut PDAM Tirta Patriot yakni terjadi pada tahun 2012 -2013.

“Setelah saya pelajari lebih dalam, ternyata bukan pendapatannya yang mark down, akan tetapi itu bagi hasil setoran PAD ke Pemkot Bekasi. Dan ini saya lihat analisanya menggunakan statistik bukan menggunakan analisa keuangan,” kelitnya.

Lebih jauh Hendi memaparkan bahwa menurunnya setoran PAD kepada Pemkot Bekasi disebabkan oleh naiknya biaya modal dan biaya gaji karyawan. Salah satu biaya modal ialah pembelian alat Variable Speed Drive senilai Rp 2 Milyar yang dipasang di tiap motor pompa yang digunakan untuk menghemat pemakaian listrik.

“Jadi untuk masalah mark down ini tidak ada, karena hasil audit dari BPKP Jawa Barat semua sudah clear,” ungkapnya.

Mendengar penjelasan tersebut, Ketua HMI cabang Bekasi Ardiansyah Ibnu Albar mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengurangi daya kritis untuk mengawasi penyimpangan penggunaan anggaran yang biasanya dilakukan oleh perusahaan milik daerah.

“Kalau ini memang indikasinya ada tindak korupsi maka harus ditindaklanjuti, jika ini memang hanya kelalaian direksi maka kita meminta Dirut PDAM Tirta Patriot untuk mundur dan kami akan menindaklanjuti ke Kejaksaan Negeri Bekasi,” ujarnya.

Sebelumnya HMI cabang Bekasi mempertanyakan adanya dugaan mark down sebesar Rp 1.4 milyar berasal dari keuntungan PDAM Tirta Patriot pada tahun 2013 hanya sebesar Rp 1.6 milyar dengan air yang terjual 10.186.941 M3, sementara pada tahun 2012, air yang terjual hanya sebanyak 8.552.889 M3, tetapi keuntungannya bisa hingga mencapai Rp 3 milyar. (wok)