Pemkot Baru Akan Realisasikan Normalisasi Kali Bekasi Pada 2015

Perumahan Pondok Gede Permai yang mendapat kiriman banjir Kamis dini hari (20/11/2014) lalu.
Perumahan Pondok Gede Permai yang mendapat kiriman banjir Kamis dini hari (20/11/2014) lalu.

BERITABEKASI.CO.ID, KOTA BEKASI – Dalam menyiasati permasalahan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marta dan Tata Air (Disbimarta), memastikan program penanggulangan banjir melalui kegiatan normalisasi Kali Bekasi akan berjalan dan ditargetkan selesai pada tahun ini.

Kepala Seksi Rehabilitasi Saluran Bidang Tata Air Disbimarta Kota Bekasi, Budi Santoso mengatakan, bahwa normalisasi merupakan salah satu upaya penanganan banjir yang diakibatkan meluapnya Kali Bekasi hingga membanjiri daerah sekitarnya. Karena itu, dirinya memastikan pihaknya akan konsentrasi menjalankan program tersebut.

“Pendangkalan Kali Bekasi, menjadi penyebab meluapnya air ke wilayah sekitarnya. Oleh sebab itu, kami akan melaksanakan normalisasi kali Bekasi dan ditargetkan rampung pada 2015 ini,” terang Budi. Dirinya juga membeberkan alokasi anggaran yang disiapkan untuk penanganan banjir sebesar  Rp 50 milyar. Namun dana tersebut akan dialokasikan untuk sejumlah kegiatan, yakni sepertiganya untuk normalisasi, dan sisanya untuk penguatan tanggul-tanggul di Kali Bekasi.

“Untuk titik normalisasi, kami akan memulainya disekitar Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) yang merupakan hulu dari Kali Bekasi, sekaligus lokasi terparah apabila banjir,” papar Budi menerangkan bahwa hulu Kali Bekasi didekat PGP merupakan pertemuan dari Kali Cikeas dan Kali Cileungsi yang bersatu menjadi Kali Bekasi.

Kedalaman Kali Bekasi di sekitar lokasi tersebut, menurutnya berkisar 2 hingga 7 meter. Dengan Kondisi muka air yang dangkal itu, menyebabkan air meluap dari bibir tanggul yang kemudian membanjiri Perumahan PGP.

“Kami menargetkan normalisasi bisa meratakan penampang basah Kali Bekasi hingga 7 meter. Selain itu, kami juga memproyeksikan sepertiga dari anggaran untuk mengeruk lumpur hingga mencapai 400.000 meter kubik,” bebernya seraya menambahkan, bahwa Pemkot Bekasi telah memilih beberapa titik tanggul kritis yang perlu perbaikan di sepanjang bantaran Kali Bekasi, yakni pada Perumahan PGP dan Kemang IFI. Penguatan tanggul, menurutnya berkonstruksi bronjong yang akan disertai dengan pemasangan batu.

Selain itu, kegiatan di bantaran Kali Bekasi juga disertai dengan pembuatan turap dengan ketinggian mencapai 7 meter.

“Sudah kami laporkan spot-spot yang mendesak dilakukannya perbaikan. Untuk keperluan itu, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane yang bertanggung jawab atas Kali Bekasi, telah meminta pula desain pengerjaannya pada kami,” tukasnya. (wok)