Pemkot Bekasi Tak Mampu Lindungi UMKM Lokal

Ina Marlina Ketua Asosiasi Muslimah Pengusaha Indonesia (ALISA “KHADIJAH” ICMI) Cabang Bekasi, Jumat (24/01/2015).
Ina Marlina Ketua Asosiasi Muslimah Pengusaha Indonesia (ALISA “KHADIJAH” ICMI) Cabang Bekasi, Jumat (24/01/2015).

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI BARAT- Perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Bekasi dewasa ini sudah menunjukan peningkatan yang pesat, lebih dari 600 UKM tersebar di Kota Bekasi dengan berbagai jenis bidang usaha, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Asosiasi Muslimah Pengusaha Indonesia (ALISA “KHADIJAH” ICMI) Cabang Bekasi, Ina Marlina , Jumat (24/01/2015).

Ina menuturkan dari 600 UKM yang tersebar di Kota Bekasi diakui olehnya merupakan bentuk dari kemandirian UKM, akan tetapi hanya sekitar 200 UKM yang eksistensinya terlihat dan menonjol, sedangkan sisanya masih membutuhkan pembinaan dan perhatian khusus dari pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi (Disperindagkop).

“UKM di Kota Bekasi dari segi kemandirian dapat dikatakan sudah cukup bagus, khususnya Alisa sendiri di Kota Bekasi ini sudah lama menjadi yang terbaik se Indonesia karena pembinaannya yang riil,” tuturnya kepada beritabekasi.co.id saat ditemui diruang kerjanya di Mega Mall Bekasi.

Dirinya mengaku merasa kecewa dengan Pembinaan UKM selama ini di Kota Bekasi yang hingga kini belum memiliki Central UMKM, ini bukan berarti ingin membandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia.

“Saya sedikit kecewa dan prihatin dengan pembinaan UKM di Kota Bekasi, bahkan kita belum memiliki central UMKM yang nantinya sangat kita butuhkan sebagai wadah pemasaran produk lokal, agar bisa bersaing,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, dengan banyaknya UKM seharusnya Kota Bekasi dapat membuat pilot project dan dapat menjadi inkubator daerah lain, sehingga saat ini pihaknya bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan hal tersebut atas inisiatif sendiri.

“kami saat ini melakukan kerjasama dengan beberapa Universitas di Kota Bekasi untuk mewujudkan pilot project, selain itu kami juga bekerjasama dengan my halal.  Kota Bekasi harus menjadi inkubator bagi daerah lain, Semoga kedepan ada pihak – pihak yang akan membantu kami untuk mewujudkannya,” ucapnya.

Selain hal tersebut diatas, Ina juga mengungkapkan dalam waktu dekat ini akan membuka Nusantara Mart yang nantinya bisa menjadi “Central UKM’ lokal yang mana para pelaku UKM di Kota Bekasi dapat menjadi supplier produk – produk mereka sendiri.

“Kita harus mampu memenuhi segalanya sendiri karena, jangan sampai kita (Orang Bekasi) hanya menjadi pembeli, sedangkan penjualnya dari luar Bekasi,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengecam Pemerintah Kota Bekasi yang tidak mampu melindungi para pelaku usaha UMKM dengan menjamurnya toko modern seperti Alfamart dan Indomaret yang hampir 90 persen tidak mempunyai ijin.

“Sangat disayangkan kalau hal tersebut (toko modern ilegal) apabila benar – benar terjadi di Kota Bekasi. seharusnya secepatnya langsung ditutup, apabila dibiarkan tentunya merusak citra pemerintah di mata masyarakat,” tukasnya. (ton)