Syaiful Bahri: ‘Usulan Dalam Musrenbang Hanya Mampu Terealisasi 30 Persen’

Musrenbang Kelurahan Jatirasa
Musrenbang Kelurahan Jatirasa

BERITABEKASI.CO.ID, KOTA BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi, Syaiful Bahri mengimbau pemerintah, agar kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tidak bersifat seremonial belaka tanpa ada nilai substansif. Hal itu dikatakannya, menyusul minimnya penyerapan usulan melalui Musrenbang yang hanya mencapai 30 persen. Padahal, usulan yang diajukan melalui kegiatan tersebut, berdasarkan fakta dan objektifitas pengusul yang notabene mengetahui kebutuhan masyarakat.

“Penyerapan melalui Musrenbang rata-rata hanya berkisar 30 persen, selebihnya usulan yang ada terendap begitu saja. Semestinya, usulan yang tidak terserap, dapat direalisasikan pada tahun berikutnya. Waiting list harusnya,” jelas Syaiful usai mengikuti Musrenbang di beberapa kelurahan di Kecamatan Jati Asih, Selasa (20/01/2015).

Selain itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kota Bekasi agar tegas terhadap usulan yang direalisasikan, karena sering terdapat kasus aspirasi yang hilang terpangkas oleh program yang tidak diusulkan melalui Musrenbang.

“Banyak kejadian usulan yang hilang. Padahal ketika Musrenbang, usulan tersebut terakomodir dan selanjutnya mendapat alokasi anggaran, tetapi saat realisasinya dalam draft APBD, usulan tersebut justru tidak ada,” ungkap Politisi PAN ini menyayangkan kejadian hilangnya aspirasi Musrenbang.

Kendati demikian, Syaiful berjanji untuk mengawal seluruh usulan yang disampaikan oleh masyarakat. Terlebih hal yang menyangkut penanganan banjir di Kecamatan Jati Asih yang hingga kini belum terselesaikan oleh Pemkot Bekasi. Padahal, secara objektif permasalahan banjir di wilayah tersebut berulang setiap tahunnya, namun pemerintah dinilai tidak mampu mencari solusi cepat dan tepat untuk menanganinya.

“Secara pribadi, saya komitmen untuk mengawal usulan yang ada dalam Musrenbang ini. Apalagi menyangkut banjir yang belum terselesaikan. Karena itu, usulan pembangunan penguatan tanggul dan perbaikan saluran air akan menjadi prioritas,” pungkasnya. (wok)