Komisi D Serius Sikapi Guru Deprok Di Kota bekasi

Ketua Komisi D DPRD Kota bekasi, Nuryadi Darmawan.
Ketua Komisi D DPRD Kota bekasi, Nuryadi Darmawan.

BERITABEKASI.CO.ID, KOTA BEKASI – Ketua Komisi D DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan meminta Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, agar menelusuri penyebab mengecilnya ruang guru SDN Jakasampurna XII yang menyebabkan para guru terpaksa duduk dilantai (deprok) untuk mengerjakan tugas sekolah, akibat ruangan yang ada tidak mampu menampung jumlah guru di sekolah tersebut.

“Kami prihatin kepada para guru SDN Jakasampurna XII yang tidak memiliki ruangan yang layak. Bagaimana mereka bisa maksimal dalam bekerja serta mengajar, jika fasilitas pendukung tidak memadai. Karena itu, kami meminta agar Kepala Dinas Pendidikan untuk serius menangani soal itu, jangan sampai citra Kota Bekasi rusak gara-gara hal tersebut,” ujar politisi PDI Perjuangan ini, disela kunjungannya di Puskesmas Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (20/01/2015).

Dalam sidaknya beberapa waktu lalu, Nuryadi membenarkan ikhwal minimnya fasilitas ruang guru SDN Jakasampurna XII. Menurutnya, Kota Bekasi tidak pantas memiliki fasilitas pendidikan yang minim, terlebih untuk penunjang kerja para pengajar. Ruangan berukuran 2,5 x 3 meter menurutnya tidak layak dan tidak mampu menopang aktifitas guru.

“Tidak benar jika sampai ada guru sampai deprok disebabkan tidak ada fasilitas. Bagaimana publik menilai pemerintah, jika membiarkan para pahlawan tanpa tanda jasa bekerja tanpa didukung dengan sarana yang memadai,” imbuhnya penuh prihatin terhadap para guru. Dirinya pun berjanji pihaknya mengusulkan pembangunan ruang guru SDN Jakasampurna XII. (wok)