Warga Bekasi Resah Dengan Aliran Sesat Bunda

Ini dia Wanita yang kerap dipanggil bunda ini diduga sebagai pemimpin aliran sesat di Kota Bekasi.
Ini dia Wanita yang kerap dipanggil bunda ini diduga sebagai pemimpin aliran sesat di Kota Bekasi.

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI SELATAN – Kota Bekasi dihebohkan dengan aliran sesat yang tengah berkembang dan meresahkan masyarakat belakangan ini. Ajaran menyimpang yang berlokasi di Kavling Perumnas I, Kayuringin, Bekasi Selatan ini mengharuskan pengikutnya untuk percaya dengan keberadaan Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul.

Selain itu, menurut keterangan salah satu mantan pengikutnya yang berinisial NK, aliran yang dipimpin oleh seorang perempuan setengah baya yang biasa dipanggil bunda tersebut mewajibkan setiap pengikutnya untuk melakukan kunjungan rutin ke kawasan gunung untuk melakukan ritual.

“Kami dilarang untuk mengucapkan istighfar dan ucapan Insya Allah. Sholat pun cuma diwajibkan dua kali seminggu, itupun hanya sholat Ashar dan Subuh setiap Senin dan Kamis,” ujar NK, Senin (19/01/2015).

Selama menjadi pengikut aliran sesat tersebut, dirinya mengungkapkan bahwa bunda sering meminta pengikutnya untuk membawakan sesaji saat sedang melakukan ritual. Salah satu diantaranya, bunda kerap meminta dibawakan bir hitam saat para pengikutnya datang berkunjung ke rumahnya yang juga dijadikan sebagai markas aliran sesat tersebut.

“Persembahan itu ditujukan untuk suami bunda sebagai jamuan. Masing-masing pengikut berbeda pesanannya, yang mengherankan kami semua seperti terhipnotis dan mengikuti apa saja yang diminta bunda,” paparnya.

Lebih lanjut, NK mengatakan, saat masuk waktu sholat yang ditetapkan bunda. Di depannya harus tersedia segelas air putih yang dicampur dengan garam. Dirinya beserta para pengikut lain mengaku tidak tahu untuk apa kegunaan air tersebut.

Secara tidak sadar semua pengikutnya patuh dan menjalankan apa yang diajarkan dan diperintahkan bunda. Termasuk salah satunya adalah melarang melakukan aktivitas kerja dan memiliki peralatan elektronik.

“Kami dilarang bekerja sementara bunda selalu meminta banyak hal. Tidak jarang, banyak pengikutnya yang harus rela menghabiskan uang tabungan, meminjam bahkan sampai menjual sepeda motor miliknya,” terangnya.

Saat ini, NK mengaku sangat bersyukur bisa segera tersadar dan meninggalkan aliran sesat tersebut. Meskipun banyak mengalami kerugian baik dari segi biaya maupun waktu, NK merasa beruntung telah keluar dari jerat dan pengaruh ajaran sesat tersebut.

Karenanya, dirinya berharap teman-temannya yang masih menjadi pengikut bunda untuk segera keluar dari perkumpulan dan kembali ke jalan yang benar. NK juga berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk segera melakukan penyelidikan dan pengecekan terkait aliran sesat tersebut.

Perkumpulan tersebut lanjutnya, sudah dua kali pindah lokasi karena diusir warga sekitar. Namun, tetap saja bunda dan para pengikutnya berada di lingkungan wilayah Kota Bekasi.

“Pemkot Bekasi harus secepatnya menangani masalah ini. Jika dibiarkan bukan tidak mungkin jumlah pengikutnya yang berasal dari Kota Bekasi ataupan daerah lain akan semakin bertambah,” ucapnya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada tindakan atau penyelidikan dari Pemkot Bekasi ataupun Majelis Ulama Kota Bekasi mengenai keberadaan aliran tersebut. (wok)